
Chelsea dijerat 74 dakwaan oleh FA terkait pelanggaran regulasi agen pada era Roman Abramovich. (Dok. Chelsea)
JawaPos.com-Chelsea kembali menjadi sorotan besar setelah Federasi Sepak Bola Inggris (FA) mengumumkan 74 dakwaan terhadap klub asal London tersebut. Dakwaan ini terkait dugaan pelanggaran aturan agen dan investasi pihak ketiga dalam transfer pemain, terutama pada periode 2010/11 hingga 2015/16 ketika klub masih dimiliki Roman Abramovich.
Menurut laporan Sky Sports News, kasus ini tidak akan berujung pada pengurangan poin atau sanksi olahraga lainnya. Namun, Chelsea berpotensi dijatuhi denda besar, serupa dengan kesepakatan mereka bersama UEFA pada 2023, yaitu €10 juta atau sekitar Rp 176 miliar.
Dalam pernyataan resminya, FA menegaskan Chelsea melanggar sejumlah regulasi, termasuk aturan terkait agen, perantara, serta investasi pihak ketiga dalam transfer pemain. Dugaan pelanggaran ini mencakup pembayaran ke perantara dan keluarga pemain yang tidak tercatat dalam laporan resmi.
Nama-nama besar seperti Eden Hazard, Samuel Eto’o, dan Willian disebut berada dalam transaksi yang kini disorot. Meski begitu, FA memastikan bahwa kasus ini tidak berdampak pada kepatuhan Chelsea terhadap aturan Financial Fair Play (FFP).
Menanggapi dakwaan tersebut, Chelsea langsung mengeluarkan pernyataan resmi. Klub menyatakan semua kasus itu pertama kali terungkap setelah proses due diligence saat akuisisi konsorsium BlueCo pada Mei 2022.
“Chelsea FC dengan senang hati memastikan bahwa keterlibatan kami dengan FA terkait hal-hal yang dilaporkan sendiri kini hampir mencapai kesimpulan. Klub telah menunjukkan transparansi dengan memberikan akses penuh terhadap arsip dan data historis,” tulis pernyataan resmi Chelsea.
Menurut koresponden Sky Sports News Kaveh Solhekol, hukuman paling mungkin yang diterima Chelsea adalah denda besar, bukan sanksi pengurangan poin. Alasannya, kasus ini dilaporkan sendiri oleh Chelsea dan klub bersikap kooperatif selama penyelidikan.
“Informasi saya, hukuman akan mirip dengan kesepakatan bersama UEFA. Chelsea telah melakukan penyelidikan internal dan bekerja sama dengan FA. Saya rasa kasus ini akan selesai lebih cepat dari yang dibayangkan,” ujar Solhekol.
Yasin Patel, seorang pengacara olahraga, menilai dakwaan ini sebenarnya sudah diprediksi sejak lama.
“Berita hari ini sejujurnya tidak mengejutkan. Investigasi sudah berlangsung sejak 2023. Pertanyaan besar bagi banyak orang adalah: berapa jumlah uang yang terlibat, dan apakah agen-agen tersebut juga bekerja dengan klub lain?” kata Patel.
Kasus ini menjadi salah satu skandal terbesar dalam sejarah Chelsea, melibatkan 74 dakwaan FA yang merujuk pada periode Roman Abramovich. Meski sanksi pengurangan poin kecil kemungkinan dijatuhkan, klub tetap terancam denda besar mencapai ratusan miliar rupiah.
Chelsea, Abramovich, dan FA kini kembali menjadi pusat perhatian, dengan dunia sepak bola menunggu akhir dari drama panjang ini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
