Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 September 2025 | 21.46 WIB

Kepala Tim Medis Napoli Ungkap Cedera Serius Romelu Lukaku, Robek Otot Rektus Femoris

Cedera Romelu Lukaku pada pramusim lalu bersama Napoli. (Alessandro Garofalo/LaPresse via AP) - Image

Cedera Romelu Lukaku pada pramusim lalu bersama Napoli. (Alessandro Garofalo/LaPresse via AP)

JawaPos.com–Kepala Tim Medis Napoli, Raffaele Canonico mengungkap kondisi cedera Romelu Lukaku yang dianggap sangat serius. Diputuskan untuk tidak menjalani operasi besar. Tim juga melaporkan kabar terbaru tentang Amir Rrahmani dan David Neres.

Sebagai favorit untuk mempertahankan scudetto Serie A tahun ini, Napoli dihadapkan dengan beberapa pemai yang mengalami cedera parah. Termasuk Lukaku. Striker internasional Belgia ini menderita cedera sebelum musim 2025/2026.

Lukaku mengalami robekan otot paha dalam pertandingan persahabatan pramusim Partenopei melawan Olympiakos pada (14/8) dengan skor akhir 2–1. Dia diperkirakan absen selama empat hingga lima bulan ke depan.

Melansir dari laporan Football Italia yang mengutip wawancara Canonico dengan Radio CRC, dokter kepala Partenopie berusia 49 tahun itu menjelaskan tingkat keparahan penyerang yang mencetak 14 gol dan 11 asis untuk Napoli musim lalu.

"Kami berbicara kemarin, pemulihannya (Lukaku) berjalan lancar dan sesuai jadwal yang diprediksi," ujar Dokter Raffaele Canonico saat ditanya soal striker andalan Antonio Conte.

"Perlu kami klarifikasi bahwa Romelu (Lukaku) mengalami robekan otot rektus femoris yang sangat serius, yang juga merusak salah satu tendon insersionalnya,” tambah dia.

“Kami saat ini memiliki dua pilihan (untuk memulihkan cedera Lukaku): perawatan konservatif atau operasi. (Tetapi) sang pemain memutuskan untuk mengikuti pilihan pertama, mengingat waktu pemulihannya tergolong mirip," ungkap Raffaele Canonico.

"Dia (sekarang) berada di Belgia dengan izin dari staf medis kami, jadi saya akan terus berkomunikasi dengan terapisnya dan rekan-rekan saya yang bekerja dengannya di sana," tutur dia.

“Dalam beberapa minggu (ke depan), salah satu terapis kami akan berada di Belgia untuk melihat perkembangan dan perawatannya secara langsung. Semuanya terkendali dan kami juga mengawasi," terang Raffaele Canonico.

Para petinggi Napoli dan staf-staf Antonio Conte dikritik atas banyaknya cedera otot yang dialami pilar-pilar Partenopei selama beberapa bulan terakhir. Tapi Canonico memastikan masalah kebugaran kepada pemain tidak dapat dicegah.

“Masih ada mitos tentang tidak adanya cedera (dalam sebuah tim), tetapi siapa pun yang berolahraga pasti akan mengalami beberapa masalah. Ada beberapa faktor genetik juga, tetapi begitu banyak faktor berbeda yang bisa menjadi penyebab cedera,” jelas sang dokter.

“Kami mengalami 15 cedera otot, tetapi tim lain mengalami 40, jadi secara statistik kami lebih rendah daripada dua pertiga tim Serie A lainnya pada saat ini yang juga mengalami kemunduran (mengenai cedera otot) ini,” tandas dia.

Ada cedera lain yang menghantam Napoli saat ini, ketika bek Rrahmani cedera saat tampil bersama timnas Kosovo dan Neres sudah absen sejak laga melawan Cagliari pada Mingg (31/8).

“Dia (Amir Rrahmani) mengalami cedera ringan pada bisep femoralisnya. Dia sudah memulai rehabilitasi penyembuhan. Cedera otot diperkirakan sembuh antara dua hingga 12 minggu, tergantung beberapa faktor. Ini hanya cedera ringan, jadi saya pikir dia absen beberapa pertandingan saja,” imbuh dia.

“(Sementara Neres) mengalami cedera ringan sehari sebelumnya saat latihan, jadi mengingat masih ada dua minggu ke depan tanpa pertandingan, kami tidak ingin mengambil risiko melawan Cagliari,” kata Canonico sebelum jeda internasional September.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore