Manchester City kalah dari Brighton (Instagram @mancity)
JawaPos.com - Di balik sorot lampu stadion Amex yang masih menyala terang, wajah-wajah pemain Manchester City terlihat lesu.
Kekalahan 2-1 dari Brighton bukan hanya menyakitkan karena menghapus keunggulan awal, tetapi juga menjadi tanda peringatan bahwa juara bertahan Liga Primer ini belum menemukan ritme terbaik mereka di awal musim.
Rodri, gelandang andalan sekaligus salah satu pemimpin di ruang ganti, menjadi sosok yang paling menyoroti penampilan timnya.
Dalam nada yang tegas, ia mengungkapkan pandangannya soal apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Kemenangan yang Terlepas di Tangan Sendiri
Manchester City memulai pertandingan dengan percaya diri. Erling Haaland membawa mereka unggul di babak pertama, sebuah gol yang lahir dari dominasi penuh dalam penguasaan bola.
Brighton bahkan hanya mencatatkan peluang dengan nilai expected goals (xG) 0,04 hingga menit ke-60. Namun, pergantian empat pemain oleh tim tuan rumah mengubah jalannya pertandingan secara drastis.
City kehilangan momentum. Tekanan dari Brighton meningkat, dan dalam situasi penuh tekanan itu, kesalahan-kesalahan kecil mulai bermunculan.
Sebuah handball dari Matheus Nunes menghadiahkan penalti yang diselesaikan James Milner dengan dingin, sebelum Brajan Gruda mencetak gol penentu kemenangan di menit-menit akhir.
Pep Guardiola mencoba merespons dengan perubahan taktik, tetapi semua terasa sia-sia. City pulang tanpa poin, dan yang lebih menyakitkan, tanpa jawaban jelas atas penurunan performa mereka.
Rodri Merasa City Mengalami Penurunan Level
Dilansir dari Manchester Evening News, usai pertandingan, Rodri berbicara dengan nada jujur. Namun, di balik ketegasannya, ada rasa frustrasi yang sulit disembunyikan.
"Kami kecewa karena kami Manchester City, dan kami datang ke sini untuk menang. Tapi kenyataannya, kami tidak berada di level yang seharusnya," ujarnya kepada Sky Sports.
Bagi Rodri, masalah bukan hanya soal hasil, melainkan bagaimana mereka kehilangan kendali di momen-momen penting. Ia menilai dua kesalahan besar di babak kedua menjadi titik balik yang mematikan peluang timnya untuk pulang dengan tiga poin.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
