
Berita hangat Alexander Isak menuju Liverpool sedang hangat di musim panas ini. (IMAGO/News Images)
JawaPos.com - Saga transfer Alexander Isak terus memanas dan menyeret Newcastle United ke dalam situasi pelik. Striker asal Swedia itu dikabarkan kian dekat dengan pintu keluar St James’ Park menuju Liverpool, meski kepastian transfer belum tercapai.
Liverpool diketahui sudah mengajukan tawaran senilai GBP 110 juta awal Agustus lalu, namun ditolak mentah-mentah. The Reds disebut siap menaikkan proposal menjadi GBP 130 juta sebelum bursa transfer ditutup Senin malam waktu Inggris. Meski begitu, pakar transfer Fabrizio Romano menegaskan belum ada kesepakatan final, walaupun optimisme Liverpool tetap tinggi.
Isak tampak sudah tidak betah di Newcastle. Penyerang berusia 25 tahun itu tidak ikut serta dalam tiga laga pembuka musim ini, berlatih terpisah dari skuad utama, dan bahkan sempat melontarkan pernyataan pedas bahwa klub telah mengkhianati janji.
Pihak manajemen kabarnya sudah mencoba meredam gejolak dengan menawarkan kontrak baru bernilai besar sebelum laga kandang kontra Liverpool pekan lalu, tetapi Isak menolak. Media Swedia bahkan melaporkan sang striker telah berpamitan kepada rekan setimnya, meski pelatih Eddie Howe membantah kabar tersebut.
Kemarahan fans pun tak terbendung. Nyanyian bernada kecaman, pembakaran jersey, hingga konfrontasi langsung di jalanan mewarnai reaksi pendukung Newcastle yang merasa dikhianati bintang mereka, yang musim lalu mencetak 27 gol termasuk penentu kemenangan di final Carabao Cup melawan Liverpool.
Situasi ini mengingatkan publik Newcastle pada kepergian Jose Enrique ke Liverpool pada 2011. Kala itu, bek kiri asal Spanyol sempat dielu-elukan setelah membawa The Magpies promosi, namun merasa kecewa dengan kebijakan klub yang lebih sering menjual pemain bintang ketimbang membangun tim kompetitif.
Enrique menolak perpanjangan kontrak panjang karena merasa ambisi klub tidak sejalan dengan dirinya. Sebelum akhirnya hengkang ke Liverpool, ia bahkan meluapkan kekesalan lewat media sosial, menyebut Newcastle tak akan pernah lagi bersaing di papan atas dengan kebijakan menjual pemain.
Pengkhianatan itu membekas di hati fans. Ketika Enrique kembali ke St James’ Park delapan bulan kemudian, dukungan berubah jadi cacian. Ia baru menyesali pernyataan kerasnya bertahun-tahun setelahnya, meski tetap menegaskan pilihannya pindah ke Liverpool didorong oleh ambisi meraih trofi.
Bagi Isak, meski Newcastle kini bermain di Liga Champions, perbedaan ambisi dengan Liverpool tetap terasa nyata. The Reds datang dengan status juara bertahan Premier League sekaligus tim dengan tradisi kuat di Eropa.
Kondisi ini semakin menegaskan bahwa drama transfer Isak bukan hanya soal uang. Sama seperti Enrique dulu, ada keraguan besar bahwa Newcastle bisa memenuhi ambisi pribadi sang pemain untuk terus bersaing di level tertinggi.
Kini, hanya waktu yang bisa menjawab apakah Isak benar-benar akan mengikuti jejak Enrique ke Anfield, atau justru bertahan dengan segala konsekuensi dari fans Newcastle yang sudah terlanjur kecewa.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
