
Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney (dok. MUFC)
JawaPos.com – Dalam sejarah panjang Premier League, ada banyak duet penyerang yang meninggalkan jejak abadi di hati para penggemar. Dari era "big man–little man" yang klasik hingga kombinasi lincah ala sepak bola modern, setiap pasangan punya kisah, rekor, dan momen ikonik.
Menjelang kick-off musim 2025–2026 pada Jumat malam saat Liverpool menjamu Bournemouth, tak ada waktu yang lebih tepat untuk menengok ke belakang dan mengenang 10 duet penyerang terbaik yang pernah menghiasi kompetisi paling bergengsi di Inggris ini.
Menurut laporan dari Sports Mole, daftar ini disusun bukan hanya dari jumlah gol, tetapi juga kontribusi terhadap gelar juara, kekompakan, dan daya magis yang mereka suguhkan di lapangan. Menariknya, beberapa pasangan hanya bertahan singkat namun meninggalkan dampak luar biasa, sementara lainnya berkarier bersama selama bertahun-tahun dan meraih banyak trofi.
Tren formasi modern 4-3-3 memang membuat duet penyerang klasik semakin jarang terlihat. Meski begitu, sejarah Premier League tetap kaya akan kisah-kisah indah yang diciptakan dua pemain di lini depan yang saling memahami pergerakan dan insting satu sama lain.
Dari yang penuh elegan hingga yang mengandalkan tenaga dan naluri predator, inilah 10 duet terbaik versi Sports Mole.
10. Eidur Gudjohnsen & Jimmy Floyd Hasselbaink (Chelsea)
Dijuluki “Fire and Ice”, pasangan ini mulai terbentuk pada musim panas 2000. Mereka menjadi fondasi awal Chelsea sebelum era Roman Abramovich. Meskipun hanya meraih satu trofi bersama—Community Shield 2000—Gudjohnsen dan Hasselbaink mencetak 109 gol Premier League selama empat musim kebersamaan, dengan 13 gol di antaranya tercipta dari umpan langsung satu sama lain.
9. Kevin Phillips & Niall Quinn (Sunderland)
Contoh klasik duet “big man–little man”. Pada musim 1999–2000, Phillips meraih Sepatu Emas dengan 30 gol, sementara Quinn menyumbang 14 gol. Total 44 gol itu hanya dilampaui empat pasangan lain dalam satu musim Premier League. Menurut laporan Sports Mole, keduanya total mencetak 91 gol bersama sebelum Quinn pensiun pada 2002.
8. Andy Cole & Peter Beardsley (Newcastle United)
Musim 1993–1994 menjadi puncak kejayaan mereka. Total 55 gol dalam satu musim—rekor yang masih bertahan hingga kini—membuat duet ini legendaris. Beardsley mencetak 21 gol, sementara Cole mencatat rekor 34 gol dalam 40 laga. Sayangnya, kebersamaan mereka hanya bertahan singkat sebelum Cole pindah ke Manchester United.
7. Luis Suarez & Daniel Sturridge (Liverpool)
Hanya satu musim penuh bersama, tetapi 52 gol yang mereka hasilkan di musim 2013–2014 hampir membawa Liverpool meraih gelar. Suarez dan Sturridge juga berkontribusi pada 11 gol Premier League secara langsung dari umpan satu sama lain. Namun, kepergian Suarez ke Barcelona membuat duet ini berakhir cepat.
6. Harry Kane & Son Heung-min (Tottenham Hotspur)
Statistik mereka luar biasa. Hingga kini, Kane dan Son sudah mencatat 34 gol hasil kombinasi langsung, paling banyak dalam sejarah Premier League. Mereka juga menembus angka 200 gol gabungan di liga. Namun, menurut Sports Mole, ketiadaan trofi Premier League membuat posisi mereka tertahan di urutan enam.
Baca Juga: Bikin Gol Lagi, Uilliam Barros Bawa Persib Bandung Hajar Manila Digger dan Lolos ke ACL 2!
5. Alan Shearer & Chris Sutton (Blackburn Rovers)
Dikenal sebagai SAS orisinal, duet ini menjadi kunci Blackburn menjuarai Premier League 1994–1995. Shearer mencetak 34 gol dan Sutton 15 gol, total 49 gol dalam satu musim. Hingga musim lalu, rekor kombinasi gol mereka hanya dikalahkan Kane–Son.
4. Mohamed Salah & Sadio Mane (Liverpool)
Bukan duet klasik, tetapi kombinasi sayap penyerang ini membawa Liverpool menjuarai Premier League 2019–2020, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub. Sejak 2017, mereka mencetak total 195 gol gabungan di Premier League, 29 di antaranya dari umpan langsung satu sama lain.
3. Wayne Rooney & Cristiano Ronaldo (Manchester United)
Selama lima musim penuh, mereka membawa MU meraih tiga gelar Premier League dan satu Liga Champions. Total 145 gol gabungan di liga, serta 209 di semua ajang, membuat duet ini menjadi salah satu yang paling berbahaya di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.
2. Andy Cole & Dwight Yorke (Manchester United)
Disebut sebagai duet dengan “telepati”, musim debut mereka pada 1998–1999 menghasilkan 53 gol di semua ajang dan treble bersejarah: Premier League, Piala FA, dan Liga Champions. Menurut Sports Mole, meski hanya 9 gol di Premier League tercipta dari kombinasi langsung, chemistry mereka tetap jadi standar emas duet penyerang.

Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kelemahan 3 Singa di Estadio Azteca
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Statistik Vikings Siap Hancurkan Samba
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia: Bursa Taruhan Dunia Jagokan Selecao, Opta Beri Peluang Menang 53,6 Persen
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi The Three Lions Demi Lolos Perempat Final!
Prediksi Skor Prancis vs Paraguay: Bursa Taruhan Jagokan Les Bleus, Opta Catat Peluang Menang 79,7 Persen!
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Kanada vs Maroko: Bursa Dunia Sepakat Pilih Atlas Lions, Opta Beri Peluang Menang 51,8 Persen
Prediksi Skor Inggris vs Meksiko: Bursa Taruhan Dunia Tetap Jagokan Three Lions, Rekor Angker Azteca Jadi Ancaman
