Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Agustus 2025 | 02.05 WIB

David Bentley Akui Menyesal Tinggalkan Arsenal Terlalu Cepat, Kurang Percaya pada Visi Arsene Wenger

David Bentley saat berseragam Tottenham, mengaku seharusnya bertahan lebih lama di bawah arahan Arsene Wenger. (Dok. Mirror) - Image

David Bentley saat berseragam Tottenham, mengaku seharusnya bertahan lebih lama di bawah arahan Arsene Wenger. (Dok. Mirror)

JawaPos.com - Mantan gelandang Timnas Inggris, David Bentley, mengungkapkan penyesalan terbesarnya dalam karier sepak bola: meninggalkan Arsenal terlalu cepat karena kurang percaya pada rencana Arsene Wenger. Meski sempat bersinar di Blackburn Rovers dan mencetak gol ikonik bersama Tottenham Hotspur, Bentley merasa seharusnya ia bertahan lebih lama di Highbury.

Bentley bergabung dengan akademi Arsenal pada usia 13 tahun sebagai penyerang, namun perlahan bertransformasi menjadi gelandang. Ia menandatangani kontrak profesional pertamanya pada usia 16 tahun pada 2001 dan menjalani debut senior dua tahun kemudian di bawah Wenger.

Namun, setelah menjalani masa peminjaman di Norwich City, peluangnya di skuad utama semakin menipis. Pada musim panas 2005, Bentley mengajukan permintaan transfer dan resmi pindah permanen ke Blackburn Rovers pada Januari 2006, usai menjalani masa pinjaman singkat di klub tersebut.

"Dulu, tekanan untuk bermain jauh lebih besar dibanding sekarang. Kalau kamu keluar dari tim, kritiknya lebih keras. Sekarang, statusnya hanya pemain cadangan atau lagi istirahat,"  ungkap Bentley dalam podcast Undr The Cosh.

"Saya ingin bermain, padahal baru menandatangani kontrak lima tahun. Wenger punya rencana, tapi saya tidak bisa melihatnya. Tidak percaya. Potensinya, saya bisa saja bertahan. Saya melihat para pemain muda seperti Cesc Fabregas masuk ke tim. Saya bahkan menjalani debut penuh bersamanya. Waktu itu, Fabregas baru 15 tahun dan sudah mendominasi pertandingan saat kami menang 5-1 atas Wolves di Highbury," lanjutnya.

Keputusan Bentley meninggalkan Arsenal justru membawanya pada awal yang gemilang di Blackburn. Dalam laga pertamanya setelah pindah permanen, ia mencetak hat-trick ke gawang Manchester United. Kontribusinya membantu Blackburn tampil di UEFA Cup, dan pada 2007 ia dinobatkan sebagai Player of the Year oleh para suporter.

Namun, pada 2008, Bentley memutuskan pindah ke rival sengit Arsenal, Tottenham Hotspur, dengan nilai transfer GBP 15 juta. Di Spurs, ia mencetak gol spektakuler dari jarak 43 yard dalam laga derbi London Utara yang berakhir imbang 4-4 melawan mantan klubnya. Sayangnya, kariernya di sana meredup, membuatnya dipinjamkan ke beberapa klub, termasuk FC Rostov di Rusia, Birmingham City, dan West Ham United.

Bentley sempat kembali ke Blackburn pada 2013, namun kontraknya dengan Tottenham berakhir pada Juni tahun itu tanpa perpanjangan. Setahun kemudian, pada usia 29 tahun, ia memutuskan pensiun karena gagal menemukan klub baru.

Kini, Bentley menatap ke belakang dengan sedikit penyesalan.

"Saya mungkin seharusnya bertahan di Arsenal lebih lama. Wenger punya visi yang jelas, saya saja yang waktu itu tidak percaya," pungkasnya.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore