Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Agustus 2025 | 17.31 WIB

Barcelona Gandeng Republik Demokratik Kongo, Netizen Pertanyakan Prioritas Pemerintah di Tengah Konflik dan Krisis Liga Lokal

Barcelona jalin kemitraan dengan DR Congo untuk promosi pariwisata, disertai pelatihan pemain muda dan pameran budaya di Camp Nou. (BBC)

JawaPos.com- Barcelona resmi menjalin kerja sama dengan Republik Demokratik Kongo dalam kontrak selama empat tahun senilai 44 juta euro (sekitar Rp787 miliar). Dalam kesepakatan ini, para pemain Barcelona akan mengenakan tulisan DR Congo Heart of Africa di bagian belakang baju latihan mereka mulai musim depan.

Kesepakatan tersebut sontak menuai sorotan tajam, terutama dari masyarakat Kongo sendiri. Banyak yang mempertanyakan prioritas pemerintah, mengingat kompetisi liga domestik di negara tersebut telah lama terpuruk akibat kekurangan dana, terutama untuk kebutuhan logistik dan perjalanan tim di negara yang luas itu.

Namun, pemerintah Kongo membela kerja sama ini. Menteri Olahraga Didier Budimbu menyebut, kesepakatan dengan klub top La Liga ini merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan citra Kongo di mata dunia, serta menarik minat investasi dan wisata ke negara tersebut.

Sebagai bagian dari kerja sama, Stadion Camp Nou akan menjadi tuan rumah pameran imersif yang menampilkan keragaman budaya dan tradisi olahraga Kongo. Selain itu, akan ada pelatihan khusus untuk 50 pemain muda dan 10 pelatih asal Kongo, serta kamp pelatihan multi-olahraga yang mencakup basket, bola tangan, dan hoki sepatu roda.

Barcelona bukan satu-satunya klub besar Eropa yang menjalin kerja sama dengan Kongo. Sebelumnya, AC Milan dan AS Monaco juga menandatangani perjanjian serupa. Budimbu menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi besar pemerintah untuk memposisikan ulang Kongo sebagai destinasi unggulan wisata dan investasi.

Langkah ini mengingatkan publik pada kampanye "Visit Rwanda" yang muncul di lengan jersey Arsenal sejak 2018. Rwanda juga menjalin kerja sama serupa dengan Paris Saint-Germain dan Bayern Munich. Namun, inisiatif ini pun tak lepas dari kontroversi, terlebih setelah Rwanda dituduh mendukung pemberontak dalam konflik berdarah di wilayah timur Kongo tuduhan yang dibantah keras oleh pemerintah Rwanda.

Tahun ini, kedua negara akhirnya menandatangani kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Namun, sentimen publik terhadap kerja sama olahraga semacam ini masih terbelah. Pada 2023, Afrika Selatan sempat mengajukan kerja sama dengan Tottenham Hotspur, namun dibatalkan usai mendapat penolakan publik.

Kini, di tengah kondisi liga domestik yang terus terseok dan catatan HAM pemerintah yang menuai kritik, kerja sama antara Kongo dan Barcelona tetap berjalan. Akankah kerja sama ini benar-benar mengangkat citra negara, atau justru menutup realita yang perlu segera diselesaikan?

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore