
Bonmati terpilih sebagai pemain terbaik turnamen Euro Putri 2025. (Instagram Weuro2925)
JawaPos.com-Aitana Bonmati berjalan pelan, tanpa senyum, melewati deretan pemain Inggris yang berdiri memberi penghormatan. Sambil menunduk, gelandang jenius itu menuju podium untuk menerima penghargaan sebagai Pemain Terbaik Turnamen.
Sebuah penghargaan terasa hambar akibat menelan kekalahan atas timnas Inggris. Rekan-rekannya dari Timnas Spanyol berdiri diam di area penalti, tempat nasib mereka ditentukan.
Kekalahan ini bukan sekadar kehilangan trofi. Ini soal ekspektasi yang melambung tinggi, tentang generasi emas yang seharusnya mengukir sejarah. Mereka datang sebagai favorit utama, tim yang selama turnamen ini menunjukkan kelas berbeda. Tapi malam itu, segalanya runtuh.
Melansir melalui laman The Guardian, dalam forum UEFA yang digelar pagi harinya, tak satu pun dari panelis kondang seperti Jill Ellis maupun Camille Abily memilih Spanyol sebagai pemenang. Saat itu terdengar seperti basa-basi, tapi ternyata ada benarnya. Setiap celah yang sempat ditunjukkan Spanyol selama turnamen akhirnya jadi senjata makan tuan.
Kemenangan atas Jerman di semifinal pun didapat lewat keajaiban Bonmati, bukan dominasi penuh. Kemudian, saat melawan Inggris, peluang selalu hadir. Tapi seperti keran yang perlahan mengering, ketajaman Spanyol hilang di saat paling dibutuhkan.
Mereka punya segalanya seperti struktur, stamina, kreativitas. Tapi tidak punya ketegasan khas juara. Gol indah Mariona Caldentey seharusnya bisa jadi titik awal.
Tapi setelahnya tidak ada yang betul-betul mematikan permainan. Sebaliknya, Inggris bangkit lewat Alessia Russo dan menyamakan skor. Kelengahan yang dibayar mahal.
Penyesalan juga menyelimuti Esther Gonzalez, peraih Sepatu Emas yang tak mampu menambah gol setelah fase grup. Begitu pula peluang dari Claudia Pina dan Salma Paralluelo yang tak berbuah.
Semua sudah dikerahkan, tapi tak cukup untuk menembus tembok pertahanan Inggris yang keras kepala sekaligus kelelahan. Di akhir laga, pelatih Montse Tome memeluk Sarina Wiegman.
Momen penuh makna. Mungkin lawan terbesar Spanyol malam itu bukan Inggris, tapi sosok Wiegman sendiri yang tahu persis cara meredam tim berbakat. Spanyol akan kembali. Begitu juga Bonmati.
Penalti gagal di babak adu tos-tosan memang menyakitkan, tapi itu bukan noda. Justru dari patah hati seperti inilah sang legenda sering lahir.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
