Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Juli 2025 | 02.01 WIB

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Setelah Gagal Gaet Morgan Gibbs-White, Tottenham Hotspur Terancam Dilaporkan Nottingham Forest

Morgan Gibbs-White (dok, Instagram/@morgangibbswhite) - Image

Morgan Gibbs-White (dok, Instagram/@morgangibbswhite)

JawaPos.com - Harapan Tottenham Hotspur untuk merekrut Morgan Gibbs-White dari Nottingham Forest resmi pupus. Sang gelandang serang memutuskan meneken kontrak baru hingga 2028, yang otomatis mematikan peluang kepindahan ke London Utara musim panas ini.

Kabar ini diumumkan secara resmi oleh Nottingham Forest melalui laman resmi klub, Sabtu (26/7). Dalam pernyataannya, Forest memastikan bahwa salah satu pemain kuncinya telah menyetujui perpanjangan kontrak jangka panjang, sekaligus menutup segala spekulasi yang beredar selama bursa transfer.

Sebelumnya, Tottenham telah mengaktifkan klausul pelepasan Gibbs-White senilai 60 juta Poundsterling, atau setara Rp1,2 triliun. Langkah ini menunjukkan keseriusan manajer anyar mereka, Thomas Frank, dalam membangun ulang kekuatan tim setelah musim lalu finis di posisi ke-17 klasemen Premier League, namun upaya tersebut menemui jalan yang terjal.

“Upaya itu terganjal ketika pihak Forest mengancam akan melaporkan Tottenham ke Premier League atas dugaan pelanggaran kesepakatan kerahasiaan terkait detail klausul pelepasan pemain. Ketegangan tersebut membuat proses negosiasi merenggang dan akhirnya batal total,” mengutip laporan dari Football Insider.

Bagi Thomas Frank dan para pendukung Spurs, ini merupakan kemunduran besar di tengah optimisme yang sempat tumbuh. Kehadiran Mohammed Kudus sebagai rekrutan anyar sempat memberi harapan besar, dan Gibbs-White dinilai akan menjadi tambahan sempurna dalam skema serangan Spurs.

Namun kini, Frank harus mengalihkan fokus ke opsi lain. Terlebih lagi, posisi favorit Gibbs-White di belakang striker sudah diisi oleh nama-nama seperti James Maddison, Dejan Kulusevski, dan tentu saja Kudus sendiri. Ketiganya juga memiliki profil permainan yang mirip dari sisi teknikal dan fisik.

Dengan batalnya transfer ini, publik menilai bahwa Tottenham bisa lebih bijak dalam memanfaatkan anggaran belanja mereka. Menurut catatan musim lalu, Spurs kebobolan 65 gol di Premier League—rekor yang cukup buruk dan membuat sektor pertahanan menjadi sorotan utama untuk diperbaiki.

Daripada mengakumulasi pemain bertipe serupa, dana 60 juta Poundsterling tadi bisa dialihkan ke lini belakang yang lebih membutuhkan perbaikan mendesak. Hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi manajemen klub dalam menentukan prioritas bursa transfer.

Sementara itu, di sisi lain, keputusan Gibbs-White bertahan dinilai sebagai kemenangan besar bukan hanya untuk Nottingham Forest, tapi juga untuk keseimbangan kompetisi di Premier League. Pemain berusia 25 tahun itu dianggap sebagai aset paling berharga Forest musim ini.

Musim panas ini, Forest memang telah melepas Anthony Elanga, tetapi mempertahankan Gibbs-White adalah sinyal bahwa klub ingin tetap kompetitif dan tidak sekadar menjadi "pemasok" bagi tim-tim elite Inggris.

Langkah Forest ini bisa memberi inspirasi bagi klub-klub papan tengah lainnya untuk menolak tekanan finansial dan mempertahankan bintang mereka. Pasalnya, dalam waktu hampir bersamaan, Bournemouth harus merelakan Milos Kerkez ke Liverpool, dan Wolves menjual Matheus Cunha ke Manchester United.

Kebijakan mempertahankan pemain kunci seperti ini bisa membantu klub-klub seperti Brighton & Hove Albion dan Nottingham Forest untuk memberikan perlawanan terhadap dominasi tim-tim papan atas. Hal ini tentu berdampak positif bagi kualitas dan dinamika persaingan di liga.

Keputusan Gibbs-White untuk memperpanjang masa tinggalnya juga menjadi sinyal bahwa loyalitas terhadap proyek jangka panjang klub masih relevan dalam dunia sepak bola modern. Di bawah arahan Nuno Espirito Santo, Forest tampak serius untuk membangun tim yang tidak hanya bertahan di kasta tertinggi, tapi juga bersaing di papan atas.

Dengan kontrak barunya yang mengikat hingga 2028, Gibbs-White kini menjadi figur sentral dalam rencana jangka panjang klub. Forest berharap bisa terus berkembang dengan sang pemain sebagai poros serangan mereka.

Secara keseluruhan, kegagalan Tottenham mendapatkan Gibbs-White menjadi semacam teguran bahwa uang tidak selalu bisa membeli semua hal. Kerja keras, strategi jangka panjang, dan komitmen dari para pemain juga menjadi aspek vital dalam membangun tim yang sukses.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore