Xabi Alonso. (IMAGO/Sportimage)
Dengan perjalanan yang dipertaruhkan ke babak final, Real Madrid menampilkan performa terburuk mereka di era baru Alonso. Raksasa Spanyol ini kebobolan empat gol, hanya melepaskan dua tembakan tepat sasaran.
Pasukan Luis Enrique bermain sesuka hati dengan mendominasi pertandingan secara keseluruhan dengan penguasaan bola mencapai 68 persen dalam laga yang digelar di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat.
Kekalahan itu mengakhiri upaya Los Blancos meraih trofi pertama mereka sejak kepergian Carlo Ancelotti. Dengan musim 2025/2026 yang akan dimulai kurang dari enam minggu lagi, Alonso harus segera menganalisis apa yang salah bagi timnya agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Berikut empat hal yang dipelajari Alonso dari penampilan buruk Real Madrid melawan sang juara bertahan Liga Champions tersebut.
Terlalu Banyak Penyerang Memunculkan Masalah Baru bagi Real Madrid
Pelajaran paling tampak yang dipetik Alonso saat melawan PSG adalah trio penyerang Kylian Mbappe, Gonzalo Garcia, dan Vinicius Junior yang tidak efektif ketika dimainkan secara bersamaan.
Setelah hanya memainkan dua penyerang sebagai starter dalam lima kemenangan beruntun Real Madrid di Piala Dunia Antarklub, mantan pelatih Bayer Leverkusen itu akhirnya memilih tiga penyerang tersebut dalam keputusan yang cukup kontroversial di laga penting ini.
Mbappe sebagai pemenang Trofi Pichichi dan Sepatu Emas Eropa bermain sebagai pemain striker, bukan di sayap. Vinicius Junior yang berada dalam performa terbaik dan paling berbahaya di sisi kiri lapangan bermain di sisi yang berlawanan.
Selain itu, menempatkan Gonzalo di tengah-tengah kedua superstar tersebut, yang keduanya kesulitan untuk menyelesaikan umpan, membuat produk Real Madrid Castilla tersebut sama sekali tidak berkontribusi apapun untik tim pada pertandingan ini.
Jika Alonso benar-benar ingin memainkan penyerang berusia 21 tahun itu sebagai starter, ia harus memilih antara Mbappe dan Vinícius Junior untuk berduet dengannya di lini depan sebagai penopang ketajamannya.
Alonso sendiri bahkan mengakui kepada media setelah pertandingan bahwa susunan pemain inti yang ia mainkan adalah sebuah blunder besar atas kekalahan memalukan atas pasukan Les Parisiens tersebut.
"Apakah saya membuat kesalahan dengan memainkan begitu banyak penyerang? Tidak diragukan lagi. Itu bukan seperti yang kami harapkan di pertandingan ini."
Kylian Mbappe Masih Enggan untuk Menekan Lawan untuk Merebut Bola
Dalam penampilan perdana sebagai starter di era Alonso, Mbappe tidak tampil mengesankan. Pemain Prancis itu memiliki sentuhan paling sedikit, 27 kali dibandingkan pemain yang ada di lapangan dalam 90 menit, tanpa menciptakan peluang, dan hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
