Banding Lyon akhirnya diterima oleh badan setempat yang membuat mereka tidak jadi degradasi. (Dok. Lyon)
JawaPos.com - Juara Liga Prancis tujuh kali, Lyon, diputuskan tetap berada di Ligue 1 setelah memenangkan banding terhadap ancaman degradasi, usai Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) merilis pernyataan tersebut.
Bulan lalu, Lyon terdegradasi ke kasta kedua Ligue 2 setelah badan pengawas keuangan sepak bola Prancis (DNCG), menetapkan klub mengalami ketidakberesan keuangan pada bulan November. Masalah utamanya adalah utang yang dilaporkan mencapai sekitar 175 juta euro, yang memicu kekhawatiran luas di antara para penggemar dan komunitas sepak bola Prancis, mengingat status klub yang begitu tenar di Eropa.
Namun, pada Rabu (9/7) waktu setempat, Lyon klub mengonfirmasi bahwa bandingnya diterima oleh DNCG setelah memberikan jaminan keuangan yang baru, dimana hal itu dianggap cukup untuk mengamankan tempat mereka di kasta teratas Liga Prancis.
"Lyon ingin mengucapkan terima kasih kepada komisi banding setelah mereka mengakui ambisi manajemen baru klub,” bunyi rilis resmi klub. “Keputusan hari ini merupakan langkah pertama untuk membangun kembali kepercayaan terhadap Lyon.”
Lampu hijau ini memastikan bahwa Lyon dapat melanjutkan persiapan kembali untuk kampanye Ligue 1 mendatang. Keputusan tersebut diambil tak lama setelah restrukturisasi besar-besaran di tingkat eksekutif dalam tubuh manajemen.
Ares, dana investasi dan kreditur utama klub, mencopot pengusaha Amerika Serikat, John Textor, dari kursi presiden dan menunjuk Michele Kang, yang juga berasal dari Amerika Serikat, sebagai presiden klub yang baru.
Kang membawa latar belakangnya dalam manajemen olahraga, yang terbukti sangat penting dalam memulihkan kepercayaan diri dalam stabilitas organisasi dan keuangan klub.
Pergantian kepemimpinan ini merupakan kunci dalam meyakinkan DNCG akan arah baru dan tata kelola yang lebih baik di klub.
Namun di sisi lain, ini merupakan sebuah keputusan yang juga berdampak pada Crystal Palace, yang meraih gelar juara di ajang Piala FA atas Manchester City membuat mereka lolos ke Liga Europa.
Lyon telah mencapai sebuah kesepakatan dengan UEFA, dengan menyetujui untuk tidak diikutsertakan dalam kompetisi Eropa musim depan jika degradasi mereka dikukuhkan melalui banding.
Mereka berada di peringkat enam di Ligue 1 tahun lalu, lolos ke turnamen bersama dengan Palace, namun berdasarkan perkembangan terakhir, The Eagles mungkin tidak dapat bermain di kompetisi tersebut.
Hal ini dikarenakan adanya pelanggaran terhadap peraturan kepemilikan multi-klub UEFA, dengan Eagle Football Holdings, yang dimiliki oleh John Textor, yang menjadi pusat dari kasus ini.
Pengusaha asal Amerika Serikat tersebut memiliki saham di Palace dan Lyon, dengan peraturan UEFA yang menyatakan bahwa klub-klub tidak dapat berkompetisi di kompetisi Eropa yang sama jika mereka dimiliki hingga ambang batas tertentu oleh orang atau entitas yang sama.
Ini berarti Nottingham Forest, yang lolos ke Conference League setelah finis di peringkat ketujuh di Liga Inggris, dikabarkan dapat menggantikan Palace di Liga Europa.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
