
Catatan: Fluminense vs Chelsea, duel di semifinal Piala Dunia Antarklub 2025. (Dok. DAZN)
JawaPos.com – Fluminense akan kembali menghadapi raksasa Eropa, Chelsea di semifinal Piala Dunia Antarklub 2025. Kedua tim akan berjuang untuk mengamankan tiket di final meskipun kedua tim kehilangan masing-masing dua pilar penting karena akumulasi kartu.
Levi Colwill dan Liam Delap dari The Blues, sementara di kubu The Flu mereka tidak akan diperkuat Juan Pablo Freytes serta Matheus Martinelli yang membuat kedua tim sama-sama sedikit pincang.
Fluminense sejauh ini tampil cukup baik di turnamen ini dan mereka tentu akan melihat peluang mereka untuk mencuri hasil yang terbaik melawan Chelsea di semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 pertama mereka.
Tim asal Brasil tersebut saat ini sedang dalam 11 pertandingan tak terkalahkan, dan The Flu telah mencatatkan lima laga tanpa kebobolan dalam tujuh pertandingan terakhir mereka. Pertahanan Tangguh pimpinan Thiago Silva, yang merupakan bekas pemain Chelsea adalah kunci untuk wakil Brasil saat ini.
Sementara itu, Chelsea juga tampil mengesankan. The Blues telah memenangkan empat dari lima pertandingan terakhir mereka di Piala Dunia Antarklub, dan mereka yakin akan merebut tiket final di duel ini sebagai unggulan.
Di atas kertas, tim London Barat itu memiliki pemain yang lebih baik daripada lawan asal Brasilnya itu. Ambisi Chelsea untuk memenangkan gelar ini akan terbuka jika sukses mengalahkan Fluminense pada pertarungan kali ini.
Fluminense
Bek tengah Juan Pablo Freytes dan gelandang Matheus Martinelli yang sama-sama absen karena akumulasi kartu adalah bagian dari susunan Starter andalan pelatih Renato Gaucho. Fluminense kemungkinan akan tetap menggunakan formasi 3-4-1-2 melawan Chelsea.
Fabio akan tetap menjadi penjaga gawang utama The Flu akan di lindungi trio lini belakang, Ignacio akan bermain bersama Thiago Silva dan Thiago Santos, pengganti Pablo Freytes bek tengah sebelah kiri.
Samuel Xavier dan Gabriel Fuentes akan tetap bermain sebagai bek sayap yang sedikit maju sejajar dengan para gelandang Fluminense akan berjuang untuk berkontribusi di kedua ujung lapangan untuk bertahan dan menyerang.
Facundo Bernal dan Hercules akan bermain di dua poros lini tengah. Mereka akan berusaha menjaga kekompakan dan membantu pertahanan dari ancaman pemain seperti Enzo Fernandes dan Cole Palmer yang kerap menusuk lewat tengah.
Nonato akan bermain sebagai gelandang serang tengah menyokong perjuanagan German Cano dan Jhon Arias untuk setidaknya merepotkan pertahanan Chelsea yang masih menjadi favorit pemenang pada semifinal kali ini.
Prediksi Susunan Starting Line-up Fluminense (3-4-1-2): Fabio (penjaga gawang); Ignacio, Thiago Silva, Thiago Santos (pemain bertahan); Samuel Xavier, Facundo Bernal, Hercules, Gabriel Fuentes (gelandang tengah); Nonato (gelandang serang); German Cano, John Arias (striker)
Chelsea
Dua pemain utama Chelsea yang kerap mengisi starting line-up di komeptisi ini, Liam Delap dan Levi Colwill keduanya diskors setelah menerima kartu kuning dalam pertandingan perempat final melawan Palmeiras yang membuat keduanya harus absen.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
