
Pep Guardiola. (AFP)
JawaPos.com–Juru taktik Manchester City Pep Guardiola mengatakan akan senang jika bisa memimpin tim dari Amerika Selatan di masa mendatang. Guardiola menikmati suasana multi budaya yang terjadi di Piala Dunia Antar klub 2025.
Dia mengakui bahwa sepak bola di negara-negara dari Amerika Selatan seperti Brasil dan Argentina memiliki daya tarik yang besar di samping fanatisme penggemar. Guardiola belum punya rencana untuk meninggalkan Stadion Etihad dalam waktu dekat dan masih memiliki sisa kontrak dua tahun bersama City. Tetapi dia tidak menolak mengenai gagasan tentang kemungkinan masa depan untuk melatih salah satu tim dari Latin.
"Mengapa tidak? (untuk melatih klub Amerika Selatan). Banyak hal baik dalam sejarah sepak bola dan ada beberapa datangnya dari Amerika Selatan,” ujar pelatih kelahiran Barcelona itu saat menghadiri konferensi pers sebelum pertandingan City melawan Al Ain.
"Pemain-pemain terhebat (sepanjang masa) datang dari sana (Amerika Selatan) dan sebagian besar dari mereka datang ke Eropa karena peluang ekonomi dan prestise (di dunia sepak bola)," tutur Pep Guardiola.
"Mereka memiliki tim luar biasa. Saya suka ketika Anda berada di turnamen ini dan Anda bermain melawan tim-tim Amerika Selatan. Budaya ini, cara para penggemar mereka menjalani setiap aksi adalah inti dari semuanya. Kita harus menjalani kompetisi ini,” tandas Guardiola.
Juru taktik 54 tahun ini memulai karir kepelatihannya yaitu saat menukangi tim kedua kampung halamannya, yaitu Barcelona B di musim 2007/2008. Tak butuh waktu lama, Guardiola dipromosikan untuk melatih tim senior Blaugrana setahun kemudian.
Kinerjanya tercium di sepak bola dunia ketika menyulap Barcelona menjadi tim terbaik di dunia selama masa baktinya dari 2008 sampai 2012. Musim keduanya di Camp Nao, dia mempersembahkan sixtuple untuk penggemar klub Catalan itu.
Perolehan trofinya sangat lengkap ketika berada di raksasa Spanyol itu. Merasa puas dengan berbagai prestasi yang dia torehkan bersama Barca, pada 2013 Guardiola memutuskan hijrah ke raksasa Bundesliga yaitu Bayern Munchen.
Di tahun pertamanya bersama Die Roten, Guardiola langsung memberikan trofi liga domestik untuk Bayern, membuat namanya terus melambung diperedaran pelatih sepak bola terbaik sepanjang masa.
Skema dan strateginya yang diterapkan kepada klub yang ditukanginya mengubah sepak bola modern menjadi teratur dengan sistem yang telah dia ciptakan. Total tujuh trofi dia berikan kepada Bayern yang membuatnya harus berpindah untuk mencari tantangan baru.
Pada 2016, Manchester City adalah tujuan singgah juru taktik yang bermain sebagai gelandang ini saat masih menjadi pemain sepak bola dulu. Sembilan tahun karirnya di Stadion Etihad berbagai rekor dia ciptakan di tanah Inggris.
Mulai dari membawa The Citizens menguasai Liga Inggris dengan meraih trofi dalam empat musim beruntun hingga membawa City menadapatkan gelar Liga Champions pertamanya dalam sejarah klub yang dibarengi dengan catatan treble winner pada 2022/2023.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
