Nicolas Jackson (kiri) dan Liam Delap. (IMAGO/SOPA/Images/Sportimages)
JawaPos.com – Chelsea tidak pernah takut menghabiskan uang secara berlebihan di setiap bursa transfer dibuka, tetapi hanya sedikit yang dapat membantah fakta bahwa mereka perlu merekrut penyerang tengah baru musim panas ini.
The Blues bertindak cepat menjelang Piala Dunia Antarklub 2025 dan langsung menuntaskan transfer senilai GBP 30 juta untuk Liam Delap dari Ipswich Town, yang tampil mengesankan bersama tim Suffolk yang terdegradasi musim lalu.
Tetapi, jelas Delap saat ini bukan penyerang kelas dunia yang diharapkan oleh para pendukung Chelsea. Klub London Barat itu sebenarnya sudah memiliki penyerang yang muda dan kuat, tetapi belum membuktikan kualitasnya, yaitu Nicolas Jackson.
Pemain internasional Senegal itu harus berjuang keras bersaing dengan Delap untuk mempertahankan tempatnya sebagai pemain inti untuk musim 2025/2026.
Keduanya memang berbakat, tetapi bakatnya masih mentah dan Enzo Maresca memiliki dilema besar dan tugas berat yang membuatnya yakin, siapakah di antara dua penyerang muda ini yang akan memimpin lini depan The Blues musim depan?
Ketajaman dalam Mencetak Gol
Chelsea telah lama menginginkan penyerang yang mematikan di depan gawang seperti Didier Drogba, yang memimpin The Blues berjaya di era 2000-an awal. Mereka mungkin sekarang memilikinya dalam diri Delap.
Pemain jangkung berusia 22 tahun itu mencetak 12 gol Liga Inggris untuk tim yang sedang berjuang di papan bawah seperti Ipswich musim lalu. Meskipun bermain terbatas, ia sukses menyamai jumlah gol yang diharapkan dan juga mengungguli Jackson dalam hal itu.
Pemain berusia 24 tahun itu hanya mencetak 10 gol di liga untuk The Blues, ia tampil dalam tujuh pertandingan lebih sedikit daripada Delap. Namun, pemborosan peluang Jackson di depan gawang telah menjadi topik utama para penggemar di Stamford Bridge.
Ia bersalah karena menyia-nyiakan beberapa peluang bagus di Liga Inggris yang membuat Chelsea hanya finis diperingkat keempat di klasemen. Tercatat Jackson gagal mengkonversi 19 peluang besar di liga, sembilan lebih banyak dari Delap, yang juga memiliki rasio konversi yang lebih tinggi.
Meskipun Jackson memiliki persentase tembakan yang lebih tinggi mengenai sasaran, ia jelas kesulitan untuk memilih sudut dalam mencetak skor. Bagi Delap, kekuatan adalah kelebihan utama yang ia miliki dengan penjaga gawang berjuang untuk menandingi usaha kerasnya.
Playmaking
Sulit untuk membandingkan Jackson dan Delap dalam hal kemampuan mereka dalam playmaking mengingat perbedaan kualitas antara klub mereka musim lalu.
Jackson bermain dalam formasi Chelsea yang terorganisasi dengan baik di bawah asuhan Maresca dengan beberapa individu yang sangat berbakat, sementara Delap jauh lebih terisolasi untuk serangan balik The Tractor Boys.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
