Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Juni 2025 | 04.04 WIB

Bukan Tanpa Alasan! Faktor ini yang Bikin Tak Ada Wakil Persebaya Surabaya di Tim Liga Indonesia All Stars

Persebaya Surabaya (dok. Instagram) - Image

Persebaya Surabaya (dok. Instagram)

JawaPos.com - Misteri mengapa Persebaya Surabaya tidak memiliki wakil dalam daftar 55 kandidat pemain Liga Indonesia All Stars untuk Piala Presiden 2025 akhirnya terjawab. Bentrokan jadwal dengan program tur pramusim ke Australia menjadi alasan utama absennya Green Force dari ajang bergengsi ini.

PSSI telah mengumumkan 55 nama pemain yang akan dipilih melalui voting publik untuk membentuk skuad Liga Indonesia All Stars, namun tidak satupun pemain Persebaya masuk dalam daftar tersebut. Hal ini mengundang pertanyaan besar dari penggemar sepak bola Indonesia, mengingat Persebaya merupakan salah satu klub dengan tradisi kuat dan basis suporter fanatik.

Tur Australia: Prioritas Utama Persebaya

Terungkap bahwa Persebaya telah merencanakan tur pramusim ke Australia pada periode 8-10 Juli 2025, yang bertepatan dengan penyelenggaraan Piala Presiden 2025 pada 6-13 Juli 2025. Program ambisius yang diberi nama "Persebaya Tour Australia Tret Tet Tet Bonek 2025" ini melibatkan 100 suporter Bonek dan menjadi bagian integral dari persiapan Green Force untuk musim Liga 1 2025/2026.

Detail lengkap tur Persebaya ke Perth, Australia Barat:

Jadwal Kegiatan:

6-11 Juli 2025: Pelaksanaan sesi latihan intensif di Sam Kerr Football Centre, Perth
9 Juli 2025: Laga uji coba melawan Western Australia Football Team di lokasi yang sama
8-10 Juli 2025: Serangkaian acara khusus yang melibatkan 100 Bonek terpilih
Program ini bukan sekadar persiapan teknis biasa, melainkan memiliki dimensi diplomatik yang penting. Tur ini menjadi bagian dari momentum perayaan 35 tahun hubungan kemitraan antara Provinsi Jawa Timur dan Australia Barat, memberikan nilai tambah yang signifikan bagi citra Persebaya dan Indonesia.

Keputusan Strategis Manajemen Persebaya
Pilihan untuk mengutamakan tur Australia ketimbang mengirim pemain ke tim All Stars menunjukkan visi jangka panjang manajemen Persebaya. Klub memilih fokus pada persiapan komprehensif untuk kompetisi Liga 1 yang akan dimulai, daripada eksposur jangka pendek di Piala Presiden.

Keputusan ini mencerminkan profesionalisme dalam mengelola prioritas tim. Dengan jadwal yang telah ditetapkan jauh hari dan komitmen diplomatik yang terlibat, Persebaya tidak dapat membagi konsentrasi untuk dua program sekaligus.

Manajemen Green Force tampaknya menilai bahwa persiapan optimal melalui tur Australia akan memberikan dampak lebih besar untuk performa tim sepanjang musim Liga 1 2025/26, dibandingkan dengan partisipasi singkat di Piala Presiden.

Kontras dengan Klub Lain

Sementara Persebaya harus absen karena konflik jadwal, klub-klub lain berhasil menempatkan pemain mereka dalam daftar nominasi. Persija Jakarta dan Bhayangkara FC memimpin dengan masing-masing tujuh pemain, menunjukkan ketersediaan dan fleksibilitas jadwal yang berbeda.

Distribusi pemain dari berbagai klub menunjukkan penyebaran yang cukup merata, dengan perwakilan dari PSM, Persis, Barito Putera, Persita, PSBS, PSS, Madura United, Bali United, Malut United, Persik, Borneo FC, PSIS, dan Semen Padang.

Proses Seleksi dan Jadwal Turnamen

Dari 55 kandidat yang telah diumumkan melalui situs resmi PSSI dan media sosial Instagram Piala Presiden 2025, akan dipilih 30 pemain terbaik melalui sistem voting terbuka. Mekanisme ini memberikan kesempatan kepada seluruh penggemar sepak bola Indonesia untuk menentukan komposisi tim All Stars.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore