Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Juni 2025 | 02.48 WIB

Mengintip Sosok Carlos Cuesta: Mantan Asisten Pelatih Arsenal Mikel Arteta yang Fasih Enam Bahasa dan Siap Jadi Pelatih Termuda di Serie A!

Carlos Cuesta. (Dok. Arsenal) - Image

Carlos Cuesta. (Dok. Arsenal)

JawaPos.com - Asisten pelatih Arsenal, Carlos Cuesta, dikabarkan selangkah lagi angkat kaki dari Emirates Stadium untuk melanjutkan karir sebagai pelatih Parma. Keputusan ini akan mencatatkan rekor bagi dirinya: menjadi pelatih termuda di Serie A!

Pelatih berusia 29 tahun itu diperkirakan akan meninggalkan Arsenal setelah lima tahun di London Utara di bawah kepemimpinan Mikel Arteta. Pembicaraan antara The Gunners dengan tim Serie A itu dilaporkan telah mencapai tahap akhir.

Menurut Fabrizio Romano, klub asal Italia tersebut kini tinggal menunggu kedatangan Cuesta. Diketahui bahwa sang pelatih sudah mengucapkan salam perpisahan untuk Arsenal.

"Setelah lima tahun yang indah, sulit untuk mengungkapkannya dengan kata-kata, namun saya hanya dapat mengungkapkan betapa bersyukurnya saya karena telah menjalani hari-hari saya dengan orang-orang yang begitu istimewa dan merasakan apa artinya mewakili klub sepak bola ini, dengan sejarah dan nilai-nilainya yang luar biasa," ujar Cuesta.

"Merupakan sebuah kehormatan untuk memiliki kesempatan bekerja dengan para pemain, staf, direktur dan semua karyawan klub dan pada saat yang sama, menerima dorongan ekstra dari para penggemar kami yang luar biasa di setiap pertandingan," lanjutnya.

"Saya yakin bahwa momen-momen terbaik untuk klub sepak bola ini masih akan datang. Nikmatilah perjalanan ini, karena perjalanan ini akan sangat menyenangkan. Terima kasih."

Jika kesepakatan tersebut diteken, ia akan menggantikan Cristian Chivu. Pelatih berusia 44 tahun itu kini resmi duduk sebagai kepala pelatih Inter Milan--posisi yang ditinggalkan Simone Inzaghi pada awal bulan ini.

Langkah ini akan membuat Cuesta mencatatkan sejarah di Serie A: memimpin sebuah klub papan atas sebelum genap berusia 30 tahun. Bahkan, juru taktik asal Spanyol itu akan menyandang gelar sebagai pelatih kepala termuda di Liga Italia sepanjang abad ini.

Dengan usia 29 tahun, 10 bulan dan 20 hari, Cuesta hanya kalah dari Elio Loschi yang mengambil alih Triestina pada tahun 1939 pada usia 29 tahun, sembilan bulan dan 20 hari.

Tidak hanya itu, Cuesta juga dikenal mampu berbicara enam bahasa, yakni Inggris, Spanyol, Italia, Portugis, Prancis, dan Catalan. Kemampuannya ini membantunya untuk komunikasi langsung dengan para pemain muda dari berbagai latar belakang.

Kepergian Cuesta tentu akan menjadi pukulan besar bagi Arteta. Cuesta telah menjadi staf kunci di ruang ganti yang membantunya membangun kembali Arsenal sebagai penantang gelar dalam beberapa tahun terakhir. Ia bergabung dengan staf kepelatihan Arteta pada Agustus 2020, usai bertugas di Atletico Madrid dan Juventus sebagai pelatih tim muda.

Cuesta adalah salah satu rekrutan pertama di tubuh kepelatihan Arsenal, setelah Arteta menggantikan Unai Emery sebagai pelatih utama delapan bulan sebelumnya pada Desember 2019. Tim pelatih saat ini--yang juga mencakup pelatih bola mati Nico Jover, Albert Stuivenberg, Inaki Cana--telah bersama sejak 2021. Kepergian Cuesta merupakan yang pertama dalam tim tersebut.

Sementara itu, Cuesta pun dihadapkan pada tugas berat. Ia ditugasi untuk mengubah nasib Parma setelah musim 2024/25 yang sulit. Mantan penyerang hebat ini finis di peringkat 16 di Serie A musim lalu, hanya lima poin di atas zona degradasi.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore