Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Juni 2025 | 01.50 WIB

Arsenal Tolak Tawaran AC Milan untuk Riccardo Calafiori, Tapi Buka Pintu untuk Oleksandr Zinchenko?

Pemain Arsenal Riccardo Calafiori. (Dok. Riccardo Calafiori) - Image

Pemain Arsenal Riccardo Calafiori. (Dok. Riccardo Calafiori)

JawaPos.com - Bursa transfer musim panas belum benar-benar meledak, tapi aroma persaingan antarklub Eropa elite sudah semakin menyengat. Salah satu kabar panas datang dari London Utara—Arsenal—yang disebut-sebut baru saja menolak tawaran serius dari AC Milan untuk bek serbaguna Riccardo Calafiori.

Namun, menariknya, dalam satu gerakan yang sama, The Gunners tampaknya justru membuka peluang melepas Oleksandr Zinchenko ke klub yang sama. Strategi tarik-ulur ala Mikel Arteta ini jadi sinyal kuat bahwa Arsenal mulai menata ulang lini pertahanannya dengan cermat, bukan sekadar asal lepas atau beli.

Riccardo Calafiori, bek asal Italia yang baru bergabung dengan Arsenal musim lalu dari Bologna, sempat diragukan karena riwayat cedera yang menyertainya. Tapi nyatanya, pemain berusia 23 tahun ini justru tampil menjanjikan saat diberi kesempatan.

Dengan 29 penampilan di semua kompetisi, ia tampil solid di dua posisi berbeda—baik sebagai bek kiri maupun bek tengah—dan bahkan turut menyumbang tiga gol serta dua assist. Performa itu cukup untuk membuat AC Milan meliriknya kembali ke tanah kelahirannya.

Menurut laporan dari The Mirror, Milan sudah mengajukan pendekatan awal kepada Arsenal untuk meminang Calafiori, yang juga tengah bersiap tampil di Euro 2024 bersama Timnas Italia. Namun, Arsenal bersikap tegas. Tawaran tersebut langsung ditolak mentah-mentah. Arteta dikabarkan sangat puas dengan kontribusi Calafiori dan percaya sang bek akan menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang The Gunners.

Penolakan ini juga sejalan dengan perasaan Calafiori sendiri. Sang pemain merasa betah di London Utara dan tak memiliki keinginan untuk angkat kaki dari Emirates Stadium dalam waktu dekat. Kepercayaan yang diberikan Arteta, serta peluang bermain di dua posisi, membuatnya merasa berkembang sebagai pesepak bola modern yang fleksibel.

Kekecewaan Milan atas kegagalan mendatangkan Calafiori tak lantas membuat mereka berhenti. Fokus kini beralih ke nama lain yang masih satu klub—yakni Oleksandr Zinchenko. Bek asal Ukraina itu memang tengah berada di persimpangan jalan. Musim lalu, ia hanya mencatatkan lima kali starter dari total 15 penampilan Premier League. Situasi itu membuatnya tergeser dari pilihan utama, terutama setelah kehadiran Calafiori dan munculnya nama muda Myles Lewis-Skelly.

Menurut beberapa sumber di Inggris, Milan telah melakukan pembicaraan awal dengan Arsenal terkait potensi transfer Zinchenko. Kepergian Theo Hernandez dari San Siro musim panas ini membuka lubang besar di sektor kiri pertahanan Milan. Dan dengan pengalaman serta visi permainan yang dimiliki Zinchenko, Milan menilai sang pemain bisa menjadi pengganti ideal.

Namun, ada satu ganjalan besar—gaji. Zinchenko saat ini menerima bayaran sekitar 200.000 pound per pekan di Arsenal. Jumlah yang tergolong tinggi dan bisa menjadi beban berat bagi struktur gaji Milan yang lebih konservatif. Meski demikian, pihak Rossoneri diyakini akan mencoba menyusun skema transfer kreatif, entah melalui peminjaman dengan opsi beli atau pembagian gaji bersama.

Zinchenko sendiri belum memberikan sinyal tegas soal masa depannya. Tapi dengan minimnya menit bermain, bisa jadi pemain 28 tahun itu tergoda untuk mencari tantangan baru, apalagi di klub besar seperti Milan yang tengah membangun ulang skuad bersama Massimiliano Allegri.

Situasi ini menempatkan Arsenal dalam posisi strategis. Mereka berhasil mempertahankan Calafiori—pemain muda dengan potensi besar—sembari berpeluang melepas pemain senior yang mulai kehilangan tempat. Dengan menjual Zinchenko, Arsenal bisa mengurangi beban gaji serta membuka ruang bagi pengembangan pemain muda seperti Lewis-Skelly. Kombinasi pragmatis dan visioner ini semakin memperjelas filosofi Arteta dalam membangun tim yang ramping namun efektif.

Di sisi lain, Milan juga tak bisa dianggap kalah langkah. Meskipun gagal mendapatkan Calafiori, pendekatan terhadap Zinchenko menunjukkan keseriusan mereka dalam membangun kembali kekuatan di sektor kiri setelah era Theo Hernandez. Jika negosiasi berhasil, Milan bisa mendapatkan pemain matang dengan jam terbang tinggi di Premier League dan Liga Champions.

Drama transfer antara Arsenal dan AC Milan musim panas ini menjadi cerminan dinamika sepak bola modern. Bukan lagi soal siapa yang punya dana terbesar, tapi siapa yang bisa menyeimbangkan kebutuhan teknis dengan strategi jangka panjang.

Arsenal jelas sedang membangun tim dengan kerangka masa depan, dan Calafiori adalah salah satu pondasinya. Di sisi lain, Milan mencari solusi cepat untuk posisi vital yang kosong, dan melihat peluang emas dari surplus pemain di klub lain.

Apakah Zinchenko akan menyusul Calafiori menjadi incaran Milan? Ataukah The Gunners punya rencana lain dengan sang pemain Ukraina? Jawaban dari teka-teki ini mungkin akan menjadi salah satu transfer penting yang menentukan arah musim depan—baik untuk Arsenal di Premier League, maupun Milan di Serie A.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore