Cristian Chivu, pelatih anyar Inter Milan saat memimpin sesi latihan perdana. (Dok. Inter)
Jawapos.com - Inter Milan resmi memperkenalkan Cristian Chivu sebagai nakhoda anyar mereka selepas hengkangnya Simone Inzaghi ke Al Hilal. Chivu bukanlah nama baru bagi La Beneamata, klub yang pernah dibelanya selama tujuh musim.
Cristian Chivu diikat kontrak oleh Inter Milan selama dua musim atau hingga akhir musim 2026/2027. Ini akan menjadi periode ketiganya bersama Nerazzurri setelah sempat tujuh musim berseragam biru-hitam dan tujuh musim pula menjadi pelatih tim muda.
Pelatih asal Rumania ini diboyong dari Parma usai berhasil menyelamatkan tim kuning-biru dari ancaman degradasi. Chivu datang ketika Parma baru saja menderita empat kekalahan beruntun dan terbenam di peringkat 18.
Dirinya lantas mampu meningkatkan performa Gialloblu dan mengakhiri musim di peringkat 16 dengan 36 poin, terpaut lima angka dari Empoli di mulut jurang degradasi. Kerja keras yang ia tampilkan membuat Internazionale kembali ingin menggunakan jasanya di musim depan.
Berkaitan dengan ini, dalam rilisnya, Inter Milan mengingatkan publik tentang momen mengerikan sekaligus pembuktian dedikasi yang pernah dilewati Cristian Chivu.
Pada musim 2009/2010, tepatnya saat pertandingan kontra Chievo Verona (6/1/2010), Chivu bertabrakan kepala dengan penyerang Sergio Pellisseir. Akibat benturan tersebut, pemain berposisi bek itu harus dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi besar.
Chivu harus menepi selama 77 hari dan baru kembali ke lapangan pada 24 Maret 2010. Sejak saat itu, mantan pemain Ajax tersebut diharuskan menggunakan pelindung kepala untuk mengurangi kemungkinan terbentur.
Momen kembalinya Chivu ke lapangan setelah cedera disambut oleh tepuk tangan meriah dari suporter Inter. Empat musim berselang, ia gantung sepatu di Giuseppe Meazza usai mencatatkan 169 penampilan dan koleksi tiga gol.
Selama tujuh musim membela Inter, Chivu telah mempersembahkan tiga Scudetto, dua trofi Coppa Italia, dua gelar Supercoppa Italiana, dan juara Piala Dunia Antarklub. Puncaknya adalah ketika ia membawa Nerazzurri ke puncak tertinggi Liga Champions pada 2009/2010.
Selepas pensiun, pemilik 75 caps bersama Timnas Rumania ini sempat menjadi analisator pertandingan untuk UEFA sebelum didapuk sebagai pelatih kepala tim muda Inter pada Juli 2018.
Parma menjadi klub pertamanya ketika berkarier sebagai pelatih tim senior. Kini, Chivu kembali menukangi Inter dan diharapkan mampu membawa La Beneamata mengemas trofi di musim depan.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
