Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Juni 2025 | 19.35 WIB

Bagaimana Real Madrid Meyakinkan Franco Mastantuono dan River Plate untuk Menolak PSG? Tak Hanya Karena 15 UCL

Franco Mastantuono. (IG @franco.mastantuono) - Image

Franco Mastantuono. (IG @franco.mastantuono)

JawaPos.com - Franco Mastantuono dengan cepat mencuri perhatian sebagai salah satu pesepakbola muda paling dibicarakan di dunia saat ini. Bakat berusia 17 tahun milik River Plate ini sudah menunjukkan kedewasaan dan keterampilan luar biasa dalam aksinya mengolah si kulit bundar.

Paris Saint-Germain (PSG) sempat menjadi klub yang paling ngebet untuk merekrutnya, namun kini Real Madrid berhasil mengambil alih dan berada di posisi terdepan untuk memenangkan perebutan pemain muda ini.

Lalu, bagaimana Real Madrid mampu mengalahkan tawaran serius PSG, yang bahkan siap membayar klausul pelepasan Mastantuono? Berikut penjelasannya, seperti dilansir dari Madrid Universal.

Mimpi yang Jadi Nyata

Meski terkesan tiba-tiba, nyatanya Real Madrid telah memantau perkembangan Mastantuono selama lebih dari dua tahun. Mereka bergerak dalam senyap, menjaga hubungan dengan pihak sang pemain tanpa terburu-buru—cara yang sama mereka lakukan saat merekrut pemain bintang secara gratisan.

Namun ketika PSG gabung dalam persaingan, situasinya berubah. Klub asal Prancis itu sangat serius mengamankan jasa pemain muda itu. Bahkan mereka tidak hanya menunjukkan minat, tapi juga siap membayar klausul pelepasan senilai sekitar €48,2 juta—termasuk pajak.

Tapi, satu hal penting menjadi penentu: Mastantuono memang sudah lama memimpikan untuk mengenakan seragam Real Madrid. Ikatan emosional itu menjadi kunci.

Bahkan ketika pelatih PSG, Luis Enrique, secara pribadi menghubungi sang pemain untuk meyakinkannya, panggilan itu tak cukup untuk mengubah arah hati Mastantuono. Justru momen itu menjadi titik balik yang membuat Real Madrid bergerak lebih cepat dan lebih tegas dari sebelumnya.

Segera setelah itu, klub mengirim pencari bakat top mereka, Juni Calafat, ke Argentina. Mereka memperkuat komunikasi dengan River Plate dan memastikan bahwa mereka serius.

Dukungan dari sosok seperti Xabi Alonso turut menegaskan bahwa proyek ini adalah bagian dari rencana besar. Yang juga tak kalah penting, Mastantuono dan keluarganya lebih menyukai kehidupan di Spanyol dibanding Paris.

Bahasa, budaya, dan gaya hidup di Madrid terasa lebih cocok bagi mereka. Karena alasan itu, pembicaraan dengan PSG dihentikan, dan fokus pun beralih sepenuhnya ke Real Madrid.

Ini bukan hanya tentang sepak bola. Melainkan tentang tempat di mana seorang pemain muda ingin tumbuh dan berkembang.

Real Madrid Paham Arti Kesabaran dan Waktu yang Tepat

Meski faktor emosional sangat berperan, Real Madrid tetap harus menyusun strategi yang cermat. PSG siap membayar penuh klausul pelepasan tanpa berpikir panjang, sesuatu yang jarang dilakukan Madrid.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore