
Franco Mastantuono. (IG @franco.mastantuono)
JawaPos.com - Franco Mastantuono dengan cepat mencuri perhatian sebagai salah satu pesepakbola muda paling dibicarakan di dunia saat ini. Bakat berusia 17 tahun milik River Plate ini sudah menunjukkan kedewasaan dan keterampilan luar biasa dalam aksinya mengolah si kulit bundar.
Paris Saint-Germain (PSG) sempat menjadi klub yang paling ngebet untuk merekrutnya, namun kini Real Madrid berhasil mengambil alih dan berada di posisi terdepan untuk memenangkan perebutan pemain muda ini.
Lalu, bagaimana Real Madrid mampu mengalahkan tawaran serius PSG, yang bahkan siap membayar klausul pelepasan Mastantuono? Berikut penjelasannya, seperti dilansir dari Madrid Universal.
Mimpi yang Jadi Nyata
Meski terkesan tiba-tiba, nyatanya Real Madrid telah memantau perkembangan Mastantuono selama lebih dari dua tahun. Mereka bergerak dalam senyap, menjaga hubungan dengan pihak sang pemain tanpa terburu-buru—cara yang sama mereka lakukan saat merekrut pemain bintang secara gratisan.
Namun ketika PSG gabung dalam persaingan, situasinya berubah. Klub asal Prancis itu sangat serius mengamankan jasa pemain muda itu. Bahkan mereka tidak hanya menunjukkan minat, tapi juga siap membayar klausul pelepasan senilai sekitar €48,2 juta—termasuk pajak.
Tapi, satu hal penting menjadi penentu: Mastantuono memang sudah lama memimpikan untuk mengenakan seragam Real Madrid. Ikatan emosional itu menjadi kunci.
Bahkan ketika pelatih PSG, Luis Enrique, secara pribadi menghubungi sang pemain untuk meyakinkannya, panggilan itu tak cukup untuk mengubah arah hati Mastantuono. Justru momen itu menjadi titik balik yang membuat Real Madrid bergerak lebih cepat dan lebih tegas dari sebelumnya.
Segera setelah itu, klub mengirim pencari bakat top mereka, Juni Calafat, ke Argentina. Mereka memperkuat komunikasi dengan River Plate dan memastikan bahwa mereka serius.
Dukungan dari sosok seperti Xabi Alonso turut menegaskan bahwa proyek ini adalah bagian dari rencana besar. Yang juga tak kalah penting, Mastantuono dan keluarganya lebih menyukai kehidupan di Spanyol dibanding Paris.
Bahasa, budaya, dan gaya hidup di Madrid terasa lebih cocok bagi mereka. Karena alasan itu, pembicaraan dengan PSG dihentikan, dan fokus pun beralih sepenuhnya ke Real Madrid.
Ini bukan hanya tentang sepak bola. Melainkan tentang tempat di mana seorang pemain muda ingin tumbuh dan berkembang.
Baca Juga: Perekrutan Alvaro Carreras Terganjal Harga: Real Madrid Minta Diskon 8 Juta Euro Lagi pada Benfica
Real Madrid Paham Arti Kesabaran dan Waktu yang Tepat
Meski faktor emosional sangat berperan, Real Madrid tetap harus menyusun strategi yang cermat. PSG siap membayar penuh klausul pelepasan tanpa berpikir panjang, sesuatu yang jarang dilakukan Madrid.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
