Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Juni 2025 | 16.41 WIB

Kericuhan di Prancis setelah PSG Juara Liga Champions: Dua Orang Meninggal, Ratusan Ditangkap Polisi

Sebuah kembang api meledak di dekat polisi dalam kericuhan yang terjadi di Paris dalam euforia kemenangan PSG di Liga Champions. (sky sports) - Image

Sebuah kembang api meledak di dekat polisi dalam kericuhan yang terjadi di Paris dalam euforia kemenangan PSG di Liga Champions. (sky sports)

JawaPos.com - Dua orang meninggal dunia dan hampir 560 orang ditangkap di seluruh Prancis usai kemenangan Paris Saint-Germain (PSG) atas Inter Milan di final Liga Champions, Sabtu (31/5) malam waktu setempat. Polisi juga melaporkan bahwa seorang petugas mengalami koma akibat insiden kekerasan yang terjadi setelah pertandingan.

Dilansir dari Sky Sports, Kementerian Dalam Negeri Prancis menyebutkan bahwa 192 orang terluka, dan terdapat 692 insiden kebakaran, termasuk 264 yang melibatkan kendaraan. Situasi kacau ini menyelimuti berbagai kota besar, terutama Paris.

Salah satu korban jiwa adalah remaja 17 tahun yang ditikam hingga tewas di kota Dax saat pesta jalanan merayakan kemenangan PSG. Seorang pria di Paris juga tewas setelah skuter yang dikendarainya tertabrak mobil di tengah euforia perayaan.

Kedua insiden tersebut kini tengah diselidiki oleh pihak berwenang untuk memastikan latar belakang dan penyebabnya. Polisi juga menegaskan bahwa sebagian besar kerusuhan terjadi secara sporadis.

Di barat laut erancis, seorang polisi mengalami luka parah di bagian mata akibat terkena kembang api secara tidak sengaja. Ia kemudian harus ditempatkan dalam kondisi koma buatan untuk penanganan medis.

Total ada 559 orang yang ditangkap, dengan 491 diantaranya berasal dari Paris. Dari jumlah tersebut, 320 orang ditahan oleh pihak kepolisian, termasuk 254 orang yang diamankan di ibu kota.

Kementerian juga mengungkap bahwa 22 anggota pasukan keamanan mengalami luka-luka, termasuk 18 orang di Paris. Tujuh petugas pemadam kebakaran juga turut menjadi korban dalam kekacauan tersebut.

Perayaan di ibu kota berlangsung meriah namun tak terkendali setelah PSG membantai Inter Milan 5-0 di Munich. Kemenangan tersebut merupakan yang terbesar sepanjang sejarah final Liga Champions.

Sekitar 5.400 polisi dikerahkan di seluruh penjuru Paris untuk mengamankan situasi, terutama di area Champs-Elysees yang menjadi pusat keramaian. Gas air mata dan semprotan merica digunakan untuk membubarkan massa.

Sebuah meriam air dikerahkan di puncak Champs-Elysees guna melindungi kawasan Place de l'Etoile yang berada dekat Arc de Triomphe. Polisi berusaha menjaga landmark penting dari kerusuhan.

Namun kerumunan yang tidak menyaksikan pertandingan justru mencoba menerobos barikade untuk mendekati polisi. Situasi sempat tidak terkendali di beberapa titik.

Sebanyak 131 orang ditangkap, termasuk 30 orang yang dilaporkan menerobos masuk ke sebuah toko sepatu di Champs-Elysees. Dua mobil juga dibakar di dekat stadion Parc des Princes.

Pemain PSG, Ousmane Dembele, mengimbau masyarakat untuk tenang dalam wawancara pasca-pertandingan di Canal+.

"Mari rayakan kemenangan ini tanpa merusak Paris," ujarnya.

Sementara itu di Allianz Arena, ribuan pendukung PSG mencoba menyerbu lapangan usai laga berakhir. Polisi yang berjaga di sisi tribun PSG pun kewalahan saat para suporter turun ke lapangan ketika momen penyerahan trofi. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore