
Vincenzo Italiano dengan trofi Coppa Italia (Dok. Fabrizio Romano)
JawaPos.com - Bologna harus gagal untuk kembali mengulangi pencapaian sukses musim lalu. Musim ini, Bologna harus puas mengakhiri musim di peringkat ke-9 klasemen akhir Serie A. Hanya mengoleksi 62 poin tak cukup untuk kembali mengantar Bologna kembali ke kompetisi Liga Champions.
Namun, kegagalan itu nyatanya tidak membuat manajemen kecewa dengan kinerja pelatih. Sebaliknya, kedua belah pihak malah sepakat untuk memperpanjang kontrak hingga dua tahun mendatang.
Dilansir dari Fabrizio Romano, Kamis (29/5), Bologna menawarkan perpanjangan kontrak untuk pelatih utama, Vincenzo Italiano, selama dua tahun hingga 2027. Pelatih Vincenzo Italiano sendiri juga menyambut baik tawaran tersebut dan dikabarkan sudah menandatangani kontrak baru. Vincenzo Italiano akan diresmikan menjadi pelatih Bologna setidaknya sampai bulan Juni 2027 mendatang. Sehingga, para penggemar Serie A tentu masih akan melihat polesan-polesan strategi cemerlang Italiano untuk permainan Bologna musim depan.
Musim ini, Bologna mendapat kesempatan berharga untuk bisa berpartisipasi di kompetisi elit tertinggi klub-klub Eropa, Liga Champions. Sayangnya, Bologna memang kalah pengalaman dan kualitas skuad sehingga harus menerima kenyataan tersingkir sejak babak grup format klasemen.
Bologna gagal menembus babak 16 besar lantaran hanya sanggup menempati posisi ke-28 dengan mengemas 6 poin dari 8 pertandingan. Masing-masing dari satu kali menang, 3 kali imbang, dan 4 kali kalah.
Satu-satunya kemenangan secara mengejutkan diraih ketika berhasil mengandaskan wakil Bundesliga, Borussia Dortmund, dengan skor 2-1. Namun, penampilan Bologna tidak terlalu mengecewakan untuk tim yang baru menjalani musim perdananya di Liga Champions. Semua berkat buah pikir taktik strategi yang ciamik dari sosok pelatih Vincenzo Italiano.
Bologna yang ditinggal pelatih sebelumnya, Thiago Motta, tetap mampu menunjukkan perlawanan kendati berhadapan dengan klub-klub besar. Vincenzo Italiano sukses menularkan semangat tak takut melawan klub besar sehingga Bologna bisa disebut sebagai kekuatan kuda hitam di kompetisi Serie A.
Dilansir dari Transfermarkt, Vincenzo Italiano sudah menangani Bologna sejak tahun 2024 lalu. Italiano sudah menjalani 51 pertandingan dan mendapat rata-rata poin per pertandingan sebanyak 1,63 poin.
Pelatih yang lahir di Karlsruhe, Jerman, itu sebelumnya membesut tim Fiorentina sejak tahun 2021 hingga 2024. Pencapaian terbaiknya adalah mengantar Fiorentina menjadi runner-up Conference League sebanyak dua kali pada tahun 2023 dan 2024.
Musim ini, Bologna berhasil membawa gelar Coppa Italia usai mengandaskan AC Milan di final. Pencapaian ini membuat Vincenzo Italiano sukses mempersembahkan gelar untuk Bologna di musim perdananya melatih klub.
Bologna menunjukkan perkembangan yang signifikan sejak dipegang oleh Vincenzo Italiano. Walaupun tak bertabur pemain-pemain kelas dunia, tetapi Vincenzo Italiano sukses menjadikan Bologna tim yang tidak bisa dipandang remeh lagi untuk musim depan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
