
Penghormatan Curva Sud Roma kepada Claudio Ranieri dalam pertandingan kandang terakhirnya di Stadion Olimpico. (APA-EFE/Angelo Carconi)
JawaPos.com–Claudio Ranieri memberikan pidato emosional di Stadion Olimpico dalam pertandingan kandang terakhirnya sebagai pelatih AS Roma.
"Saya ada di antara kalian sejak 60 tahun yang lalu di tribun itu," ucap Claudio Ranieri.
Ranieri yang dikenal sebagai pendukung setia AS Roma dari wilayah Testaccio di Kota Abadi ini keluar dari masa pensiun sebagai pelatih pada November. Dia membantu klub kesayangannya, yang terancam degradasi dan membutuhkan pelatih ketiga mereka musim ini.
Dia telah membawa klub tersebut bangkit hingga menduduki posisi kelima klasemen Serie A dan masih berpeluang lolos ke Liga Champions musim depan. Dia akan kembali pensiun musim panas ini dan mendapat sambutan meriah dari Curva Sud Roma yang memadati stadion.
Setelah kemenangan mengesankan 3-1 atas Milan, Ranieri diberikan hadiah dan mengambil mikrofon untuk berbicara kepada seluruh penonton yang hadir di Olimpico.
“Terima kasih kepada semua orang. Saya ada di antara kalian sejak 60 tahun yang lalu di tribun itu. Saya meminta bantuan kalian, sekarang kita membutuhkan langkah terakhir itu," tutur Claudio Ranieri.
“Saya sangat bangga dengan para pemain ini. Kami membutuhkan cinta kalian. Terima kasih. Saya berterima kasih tak terhingga,” ujar Claudio Ranieri.
Mengutip dari Football Italia, Ranieri masih merasakan emosi pada malam perpisahan ini saat ia tiba di konferensi pers pascapertandingan.
“Saya masih merasakan adrenalin! Saat saya menonton kembali rekaman ini, saya mungkin akan merasa lebih tersentuh. Itu luar biasa, karena merasa dihargai oleh orang-orang Anda (suporter) sendiri merupakan sesuatu yang luar biasa,” buka pelatih 73 tahun itu.
“Kami memulai dengan situasi yang sulit (di ambang degradasi), tetapi tim tidak pernah kehilangan arah. Saya berterima kasih kepada para pemain, karena sama sekali tidak mudah dalam situasi itu," tutur Claudio Ranieri.
“Ketika semuanya tampak suram. Saya sangat bahagia untuk mereka, untuk para penggemar, dan untuk Presiden klub,” imbuh dia.
Penghormatan pada laga perpisahan ini dimulai sebelum pertandingan melawan Milan, ketika plakat di tribun memperlihatkan pesan yang berisi ucapan terima kasih kepada Ranieri.
“Saya melihat wasit dan mendesak untuk segera memulai pertandingan (saat suasana penghormatan,” ungkap Ranieri yang saat itu sedang menahan tangis.
“Saya bekerja untuk ini, untuk emosi yang dapat diberikan sepak bola kepada Anda, baik positif maupun negatif,” sambung dia.
Setelah Daniele De Rossi dan Ivan Juric, Ranieri benar-benar mengubah kiprah Roma di Serie A, Liga Europa, dan Coppa Italia. Giallorossi bangkit dari semua keterpurukan pada paruh musim pertama 2024/2025.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
