
Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi. (Reuters)
JawaPos.com–Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi mendesak para pemainnya untuk melupakan minggu yang sulit pekan lalu dengan beralih fokus menghadapi Barcelona berusaha bangkit di Semifinal Liga Champions pada Kamis (1/5).
Pada pekan lalu, Inter harus merasakan tiga kekalahan beruntun di semua kompetisi untuk pertama kalinya sejak 2017. Tersingkir dari Coppa Italia oleh Milan dan menderita kekalahan beruntun di Serie A.
Dengan kemuraman La Beneamata dalam beberapa pertandingan terakhir yang memungkinkan Napoli untuk mengkudeta puncak klasemen Serie A dari pasukan Inzaghi. Kini mereka akan menghadapi Barca pada leg pertama semifinal di Stadion Olimpiade dengan penuh kekhawatiran karena musim treble mereka telah terancam hingga berpeluang mengakhiri musim ini tanpa trofi.
Mengutip dari ESPN, pelatih asal Italia berusia 49 tahun tersebut mengungkapkan semua rasa optimisme jelang laga berat Inter di ajang Liga Champions.
"Lupakan semua tentang minggu lalu (tiga kekalahan beruntun). Selama empat tahun, para pemain ini telah melakukan hal-hal luar biasa dan mereka terus melakukannya,” kata Inzaghi dalam konferensi pers jelang pertandingan.
"Minggu lalu tidak menghapus pekerjaan itu. Ini musim yang hebat. Kami telah menganalisis tiga pertandingan terakhir. Kami harus melakukan yang lebih baik, tetapi setelah empat tahun kami (masih) di sini untuk bersaing," imbuh dia.
"(Sampai minggu lalu), kami berjuang untuk setiap trofi ketika beberapa orang mengatakan akan sulit untuk mencapai empat besar di Liga Italia," tutur Simone Inzaghi.
"Anda tidak akan pernah mendengar saya berbicara buruk tentang para pemain ini dan tim. Berkat mereka, kami telah melampaui semua ekspektasi selama empat tahun terakhir," sambung dia.
Inzaghi, yang telah mempersembahkan satu gelar Serie A dan dua Coppa Italia sebagai pelatih Inter, menargetkan final Liga Champions kedua bersama Nerazzurri setelah finis sebagai runner-up di bawah Real Madrid pada tahun 2023 lalu.
Di hadapan raksasa Italia tersebut, ada Blaugrana yang memuncaki La Liga dan baru saja memenangkan Copa del Rey, mengalahkan Real Madrid di final, dan Inzaghi memuji kinerja rekan sejawatnya Hansi Flick sejak mengambil alih tim Catalunya itu musim panas lalu.
"Kami mungkin melawan tim terbaik di dunia saat ini. Kami harus (bermain) sangat bersih secara teknis. Kami membutuhkan banyak komponen untuk dapat bersaing melawan tim yang begitu kuat,” lanjut dia.
"Flick adalah pelatih hebat yang telah mengatur tim dengan sangat baik dalam penyerangan. Mereka mendapatkan bola kembali dengan cepat saat kehilangannya. Mereka memiliki penyerang, gelandang, dan banyak pemain hebat dari lulusan akademi," kata Simone Inzaghi.
"Jadi, rasa hormat yang sebesar-besarnya untuk mereka, tetapi kami tidak akan takut, kami akan menatap mata mereka, seperti yang kami lakukan saat melawan Bayern (Munchen di perempat final Liga Champions," papar dia.
"Ada tim-tim hebat dalam kompetisi ini, tetapi kami ingin menyampaikan pendapat kami setelah perjalanan panjang kami di sini (Liga Champions)," ungkap Simone Inzaghi.
Inter akan bermain tanpa bek Benjamin Pavard, tetapi penyerang Marcus Thuram telah kembali tersedia setelah ikut berlatih usai menderita cedera beberapa pekan.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
