
Thiago Motta gagal menghindarkan Juventus dari kekalahan telak saat melawan Atalanta. (X/@SerieA)
JawaPos.com-Thiago Motta dipaksa menelan kekalahan menyakitkan Juventus saat menghadapi Atalanta di Serie A 2024/25. Sang pelatih menyebut gol pertama La Dea telah mengubah jalannya pertandingan yang membuat anak asuhnya sulit bangkit.
Juventus takluk ketika melawan Atalanta dalam pekan ke-28 Serie A. Bermain di Allianz Stadium, Senin (10/3) dini hari WIB, Bianconeri secara mengejutkan dipermak dengan skor 0-4.
Ini merupakan kekalahan kandang pertama Juventus di Serie A dengan selisih setidaknya empat gol sejak 1967, membuat para penggemar yang frustrasi di Allianz Stadium mencemooh tim mereka setelah malam yang sulit dilupakan.
Kedua tim memiliki peluang untuk memecah kebuntuan di awal pertandingan, saat tendangan Khephren Thuram melambung tipis di atas mistar gawang dalam peluang terbaik tuan rumah di menit ke delapan dan tembakan pemain Atalanta Davide Zappacosta, masih melebar satu menit kemudian.
Namun, justru tim tamu membuka keunggulan lewat Mateo Retegui usai sepakan penaltinya berhasil menjebol gawang tim tuan rumah. Pelanggaran tersebut didapat saat Weston McKennie kedapatan handball di kotak terlarang.
Marten de Roon menyambar bola rebound dari bek Juventus, Lloyd Kelly, untuk menyarangkan bola ke gawang yang sudah terbuka di awal babak kedua, sebelum Davide Zappacosta mengubah skor menjadi 3-0.
Pemain pengganti Juventus, Dusan Vlahovic, terpeleset dan kehilangan penguasaan bola yang direbut Lookmanuntuk memastikan kemenangan dengan mencetak gol 13 menit sebelum pertandingan usai.
Seusai pertandingan, Motta mengakui bahwa pertandingan ini berjalan sulit, terutama setelah gol pertama dari penalti yang mengubah jalannya laga.
"Saya pikir kami memulai pertandingan yang kami tahu akan berjalan rumit, melawan tim yang ingin memaksimalkan kesalahan kami,” kata Thiago Motta seperti dilansir dari laman Football Italia.
"Kami kesulitan secara psikologis dengan gol pertama dan menjadi tidak seimbang, memberikan Atalanta lebih banyak ruang untuk berlari dengan pemain seperti Lookman dan para bek sayap mereka," imbuh dia.
Pelatih berusia 41 tahun itu menyoroti kurangnya pengalaman di dalam skuadnya sebagai salah satu faktor yang menyebabkan kekalahan telak ini. Dan ia juga mengajak para anak asuhnya untuk cepat bangkit.
"Kami adalah tim muda, kami mencoba untuk terus menyerang dan kembali ke dalam permainan, namun hal itu meninggalkan celah di lini belakang," sambung Motta.
"Sekarang kami harus bangkit kembali menghadapi tim bagus lainnya di Fiorentina dan melangkah ke depan,” ujar dia.
Juventus belum pernah kalah dalam pertandingan kandang Serie A dengan selisih empat gol tanpa balas sejak Oktober 1967, saat kalah dalam derby melawan Torino dengan skor 4-0. Kekalahan tersebut mungkin lebih buruk daripada tersingkirnya mereka di perempat final Coppa Italia dari Empoli melalui adu penalti. Sebab, La Dea benar-benar mendominasi Si Nyonya Tua, namun Motta tidak melihatnya seperti itu.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
