Bek Indonesia di Yokohama F.Marinos Sandy Walsh (kiri) berduel dengan pemain Shanghai Port Gustavo. (AFC)
JawaPos.com - Bermain di Liga Jepang bukanlah perkara mudah bagi pemain asal Indonesia. Sejarah mencatat bahwa beberapa nama seperti Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, Pratama Arhan, hingga Justin Hubner belum mampu menunjukkan performa terbaiknya di Negeri Sakura. Namun, stigma tersebut mulai terpatahkan dengan kehadiran Sandy Walsh di Yokohama F Marinos.
Bek Timnas Indonesia itu bergabung dengan klub raksasa J1 League tersebut pada 9 Februari lalu dari KV Mechelen. Dalam sebuah siniar bersama Thom Haye di kanal Youtube The Haye Way, Sandy Walsh mengungkapkan keuntungan besar yang ia rasakan dengan bermain di Liga Jepang.
Sandy Walsh baru-baru ini membagikan cerita di balik kepindahannya ke Liga Jepang. Ia mengaku tidak berpikir panjang ketika mendapatkan tawaran dari Yokohama F. Marinos. Bermain di J1 League ternyata sudah lama menjadi impian pemain berusia 29 tahun tersebut.
"Pergi ke Jepang adalah sebuah mimpi, sebuah ambisi, tentu saja," kata Sandy dalam kanal YouTube The Haye Way.
"Jadi saya berharap hal itu mengingat situasi saya di Mechelen bukanlah yang terbaik."
Sandy mengungkapkan bahwa proses kepindahannya terjadi dengan cepat dan ia tidak ragu untuk menerima kesempatan tersebut.
"Jadi saya menunggu dan pada suatu hari setelah latihan, saya mendapat pesan dari agen saya, 'Apakah Anda masih tertarik pergi ke Jepang?' Dan saya berkata ya."
"Dan kemudian dia memberi tahu saya timnya. Saya mengenal tim ini karena saya telah mengikuti liga selama lima tahun."
Riwayat Buruk Pemain Timnas Indonesia di Liga Jepang
Beberapa pemain Timnas Indonesia pernah mencoba peruntungan di Liga Jepang, namun hasilnya belum memuaskan. Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly pernah mencicipi kompetisi tersebut, tetapi mereka gagal mendapatkan menit bermain reguler. Pratama Arhan juga mengalami nasib serupa di Tokyo Verdy, lebih banyak menjadi pemain cadangan daripada tampil di lapangan.
Terbaru, Justin Hubner yang bergabung dengan Cerezo Osaka juga mengalami kesulitan beradaptasi dengan kompetisi ketat di J1 League. Hal ini menunjukkan bahwa bermain di Jepang bukan sekadar soal teknik, tetapi juga adaptasi dengan intensitas tinggi yang diterapkan di sana.
Hal tersebut membuat pemain Timnas Indonesia dicap hanya sebagai alat marketing yang digunakan oleh tim-tim Jepang.
Namun, dengan pengalaman panjang di Eropa, Sandy Walsh diharapkan dapat mematahkan tren negatif pemain Indonesia di Liga Jepang. Ia telah memiliki dasar yang kuat untuk bersaing di kompetisi dengan level tinggi seperti J1 League.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
