
Paulo Fonseca lakukan protes keras terhadap Benoit Millot. (Jeff Pachoud/AFP via Getty Images)
JawaPos.com-Pelatih Lyon Paulo Fonseca telah diskors selama sembilan bulan oleh Asosiasi Liga Sepak Bola Profesional Prancis (FLP). Itu menyusul protes keras yang dilakukannya terkait keputusan wasit Benoit Millot saat timnya menang 2-1 di ajang Ligue Prancis atas Brest pada Minggu (2/3).
FLP mengeluarkan sebuah pernyataan pada Rabu (5/3) bahwa Fonseca akan dilarang mendampingi anak asuhannya di bangku cadangan, ruang ganti wasit, dan berpartisipasi dalam acara resmi apa pun sebelum, selama, atau setelah pertandingan, hingga 30 November.
Pelatih asal Portugal itu dikeluarkan dari lapangan menjelang waktu tambahan karena dianggap bereaksi secara berlebihan dengan marah terhadap potensi penalti yang didapat Brest. Setelah mendapat kartu merah, Fonseca yang marah kemudian menghadapi Millot dan mendekat ke wajahnya sebelum didorong kapten Lyon Corentin Tolisso.
Fonseca mencoba kembali menghadapi wasit untuk kedua kalinya dan ditahan beberapa anak asuhannya.Menyadur dari ESPN yang mengutip DAZN, bekas pelatih AC Milan itu meminta maaf terkait aksinya setelah pertandingan berakhir.
"Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya minta maaf atas apa yang telah saya lakukan. Saya tidak seharusnya melakukan itu. Mungkin kita melakukan hal-hal yang tidak benar. Maafkan aku,” ucap pelatih 52 tahun itu.
Keputusan handball untuk Brest mendapatkan penalti, masuk pemeriksaan VAR. Keputusan yang diambil untuk tidak diberikan penalti terhadap lawan Lyon tersebut.
Sang wasit, Millot pun juga angkat bicara terkait perilaku yang ditunjukkan oleh pelatih Fonseca itu tidak bisa diterima.
“Dia berlari ke arah saya dengan sikap mengintimidasi dan saya memutuskan untuk langsung mengusirnya. Tampaknya ada sedikit kontak dengan hidung. Itu adalah sikap yang sangat agresif, yang sulit dibayangkan dilakukan seorang pelatih profesional,” kata sang pengadil lapangan.
Persatuan wasit Prancis mengatakan pekan lalu bahwa para anggotanya memiliki hak untuk mengundurkan diri jika mereka atau keluarga mereka berada dalam bahaya setelah seorang ofisial dihadapkan dengan ancaman menyusul komentar yang dibuat Presiden Marseille Pablo Longoria.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
