Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Maret 2025 | 00.10 WIB

Jelang Bayern Munchen versus Bayer Leverkusen: Duel Seru Para Murid Pep Guardiola di Liga Champions

Xabi Alonso (kiri) dan Pep Guardiola saat di Bayern Munchen. (Dok. BBC)

 

JawaPos.com – Pertemuan Bayern Munchen versus Bayer Leverkusen di 16 besar Liga Champions Kamis (6/3) dini hari di Allianz Arena, Munchen menjadi laga sarat gengsi. Selain bentrok sesama tim Jerman, pelatih di kedua klub adalah mewakili pelatih muda yang mewakili generasinya.

Vincent Kompany (38 tahun) yang jadi pelatih Bayern. Sementara Xabi Alonso (43 tahun) yang mengarsiteki Bayer.

Kedua nama pelatih itu juga punya ikatan masa lalu yang sama. Keduanya sama-sama jadi ‘murid’ Pep Guardiola dan memenangi titel bersamanya.

Alonso main di bawah Guardiola yang melatih Bayern. Di era Guardiola, Alonso tampil 79 kali dengan kontribusi 6 gol dan 8 umpan gol musim 2014-2015 dan 2015-2016.

Alonso memenangi 4 piala ketika jadi anak buah Guardiola. Yaitu 2 trofi Bundesliga, 1 gelar DFB Pokal, dan 1 piala DFL-Supercup.

Sedang Kompany jadi kapten tim Guardiola di Manchester City periode 2016-2017, 2017-2018, dan 2018-2019. Kompany memenangi 6 piala bersama Guardiola. Yaitu 2 trofi Liga Inggris, 1 Piala FA, 2 Piala Liga Inggris, dan 1 piala FA Community Shield.

Nah, dalam wawancara dengan BBC, Alonso berkata Pep adalah salah satu pelatih yang gaya melatihnya dipelajarinya. Alonso memperkaya ilmu kepelatihannya dengan belajar dari Jose Mourinho, Vicente Del Bosque, hingga Rafael Benitez.

“Tentu saja saya telah banyak belajar dari mereka semua. Saya cukup beruntung bisa merasakan pengalaman di klub-klub hebat, dengan para pemain hebat, rekan setim yang luar biasa, dan pelatih-pelatih hebat,” kata Alonso

“Pep (Guardiola) itu sosok sangat spesial. Sebagai seorang manajer, dia memahami dan membaca sepak bola dengan sangat baik, termasuk detail-detail kecil—mengapa sesuatu terjadi dan apa yang harus dilakukan tim untuk mengendalikan atau menciptakan ancaman bagi lawan,” terang Alonso.

Sedangkan Kompany seperti ditulis Goal banyak meniru konsep tim Guardiola dalam membangun serangan lewat dominasi penguasaan bola. faktanya persentase penguasaan bola Bayer selalu di atas 50 persen.

Misal saat lawan Heidenheim Desember 2024, di mana Bayern memainkan 988 umpan dalam 90 menit. "Angka umpan tim Kompany hanya kalah oleh Bayern era Guardiola yang pernah melakukan 1.109 umpan lawan Hertha Berlin pada Maret 2014," tulis Goal.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore