Kiper PSBS BiakJohn Pigai. (Instagram John Pigai)
JawaPos.com - Aturan yang berkaitan dengan kiper tampaknya semakin diperketat. Melalui pernyataan resmi, Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) menyetujui aturan baru terkait hukuman bagi kiper yang terlalu lama memegang bola.
Nantinya, jika kiper terlalu lama menahan bola selama delapan detik, maka tim lawan akan mendapatkan tendangan sudut. Aturan ini rencananya berlaku pada 2025-2026.
Sebelumnya, kiper hanya diperbolehkan memegang bola maksimal enam detik. Jika melewati batas waktu tersebut, wasit akan memberikan tendangan bebas tidak langsung kepada lawan dari titik saat kiper berdiri.
Berdasar laman resmi IFAB yang dikutip Antara, keputusan ini diambil setelah asosiasi melakukan uji coba sepanjang musim 2024-2025 di Premier League 2 (kompetisi akademi Inggris) serta liga di Malta dan Italia.
Hasilnya, sekitar 400 pertandingan yang dijalani, hanya tiga kali kiper dihukum tendangan sudut karena menahan bola terlalu lama, dan keseluruhan terjadi di Inggris. Sedangkan di Italia, ada sedikit perbedaan aturan hukuman, yaitu dengan memberikan lemparan ke dalam kepada lawan, yang hanya terjadi sekali.
Dari hasil uji coba, aturan tersebut dinilai berhasil mengurangi taktik dan praktek membuang waktu serta men-delay permainan yang seringkali dilakukan tim dengan keunggulan skor.
"Menahan bola terlalu lama merupakan taktik membuang waktu yang tidak adil karena tim lawan tidak memiliki kesempatan merebut bola," demikian bunyi salah satu pernyataan IFAB.
Oleh karena itu, IFAB memutuskan untuk menerapkan aturan baru ini di semua kompetisi mulai Juli 2025. Menurut IFAB, wasit jarang menerapkan aturan enam detik karena tendangan bebas tidak langsung dianggap kurang menguntungkan bagi tim lawan.
IFAB juga menilai bahwa ada kesulitan dalam mengatur tendangan bebas dari jarak yang sangat dekat ke gawang karena pemain bertahan harus berdiri di garis gawang.
Sebagai informasi, berdasar penelitian, kiper sebenarnya cuma butuh waktu kurang dari enam detik untuk melepaskan bola ke area pertahanan lawan, atau melakukan build up serangan balik. Sedangkan ketika mereka sengaja mengulur waktu, durasi yang terbuang bisa mencapai lebih dari 20 detik dengan taktik seperti menjatuhkan diri ke tanah tanpa ada sebab apapun maupun pelanggaran dari pemain lawan.
Dengan adanya aturan ini, IFAB percaya dapat menghilangkan atau minimal mengurangi jumlah pelanggaran dengan hukuman kehilangan penguasaan bola namun tim lawan tidak serta merta dengan mudah mendapatkan keuntungan berupa gol.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
