Pep Guardiola. (Dok. Manchester City)
JawaPos.com - Pep Guardiola mengakui bahwa tim asuhannya, Manchester City, kurang tajam di sepertiga akhir pertandingan saat mereka menelan kekalahan di kandang atas Liverpool.
Manchester City takluk saat berjumpa Liverpool pada laga pekan ke-26 Premier League 2024/25. Bermain di Etihad Stadium, Minggu (23/2) malam WIB, mereka kalah dengan skor 0-2.
Manchester City langsung tampil menyerang dengan menciptakan 16 tembakan, namun tim tamu sanggup mencuri gol lewat Mohamed Salah dan Dominik Szoboszlai.
Memang, The Citizens rata-rata hanya memiliki 0,03 gol yang diharapkan per tembakan (xG), menunjukkan bahwa peluang yang mereka ciptakan memiliki kualitas yang rendah.
Dilansir dari laman resmi klub, Guardiola menjelaskan pendekatan yang ia coba terapkan saat menghadapi The Reds yang sedang memimpin klasemen dan mengakui bahwa mereka perlu sedikit lebih klinis saat bermain di Etihad Stadium.
"Kami bermain dengan sangat baik. Mungkin kami kehilangan lebih banyak produktivitas dalam hal tembakan, tetapi kami bermain melawan tim yang fantastis. Mungkin di awal laga itu 50-50 dan kami tidak bisa mengonversinya," ujar Guardiola.
"Di babak kedua mereka bertahan sangat dalam. Kami telah melakukan sesuatu yang belum pernah kami coba dalam banyak pertandingan, yaitu membawa mereka ke kotak penalti mereka dan mencoba mengalahkan mereka di sana.
"Taktiknya adalah untuk tiba di sepertiga akhir dan di garis pertahanan lawan dan hal itu sering terjadi, namun kami tidak berhasil mencetak gol.
Kami melewatkan sedikit peluang dan dengan umpan silang, hampir tidak mungkin untuk melakukannya karena jumlah pemain mereka. Kami tidak dapat menemukan langkah selanjutnya."
Guardiola kini telah kalah 10 kali melawan Liverpool, kekalahan terbanyak yang pernah ia alami dalam karier kepelatihannya, meskipun ini hanya merupakan kekalahan kedua dari The Reds di Etihad di semua kompetisi.
Kekalahan membuat Manchester City berada di urutan keempat dan terpaut 20 poin dari Liverpool, jumlah terbanyak yang pernah mereka buntuti dari pemuncak klasemen dalam satu hari sejak 14 Juli 2020.
Saat ini, bagi The Citizens adalah mereka harus berjuang untuk finis di posisi yang lebih tinggi di klasemen agar dapat lolos ke kompetisi elit antarklub Eropa, yang telah mereka ikuti sejak 2011.
Guardiola mengakui bahwa timnya menghadapi peluang kecil untuk lolos ke Liga Champions.
"Ini sangat ketat [bersaing] dengan empat atau lima tim dan Nottingham Forest, Newcastle, Aston Villa sangat bagus," sambung Guardiola.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
