Mesut Ozil mantap terjun ke dunia politik di Turki. (Dok. UEFA)
JawaPos.com - Mantan bintang Arsenal dan Real Madrid, Mesut Ozil, membuat gebrakan baru dalam kariernya setelah memutuskan terjun ke dunia politik, usai hampir dua tahun gantung sepatu.
Ozil memutuskan pensiun dari panggung sepak bola pada Maret 2023 setelah mengakhiri kariernya di Turki bersama Istanbul Basaksehir.
Sejak saat itu, pemain berusia 36 tahun ini telah bekerja keras di gym, dengan sempat memamerkan hasil transformasi tubuhnya pada musim panas lalu.
Diprediksi akan menjadi pelatih maupun direksi klub, pemain asal Jerman ini rupanya memilih karier cukup menyimpang dari lapangan hijau.
Terbaru, Ozil telah memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Dia terpilih pada Minggu (23/2) waktu setempat menjadi anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa di Turki, seperti dilansir dari laman Mirror.
Seperti diketahui, Recep Tayyip Erdogan, yang telah menjadi presiden sejak 2014, mewakili Partai AK di Turki. Dan, ini juga merupakan partai yang menjadi tempat Ozil mengambil langkah politik pertamanya.
Ozil, yang mengakhiri karier klubnya di Istanbul, merupakan pendukung setia Erdogan, yang memilihnya sebagai pendamping pria pada 2019 untuk pernikahannya dengan mantan Miss Turki, Amine Gulse.
Partai AK mengumumkan anggota-anggota terbaru dari dewan keputusan dan administrasi pusat setelah kongres akbar yang biasa diadakan. Nama-nama tersebut dipublikasikan secara online, dengan Ozil termasuk di dalamnya.
Mirror melaporkan bahwa puluhan ribu orang berkumpul untuk menghadiri kongres tersebut saat Erdogan memenangkan pemilihan kembali.
Sedangkan Ozil adalah salah satu dari 39 orang yang terpilih menjadi anggota baru dalam badan yang akan ia duduki saat ini.
Selama karier sepak bola yang cemerlang, Ozil mencatatkan lebih dari 600 penampilan dan memenangkan berbagai trofi di Spanyol dan Inggris.
Pria berusia 36 tahun ini menjadi bagian dari skuad Jerman saat menjuarai Piala Dunia 2014, tampil sebagai starter di setiap pertandingan untuk tim asuhan Joachim Loew.
Namun, kemudian Ozil memutuskan untuk tidak lagi memperkuat tim nasional Jerman di tengah-tengah tuduhan rasisme yang pernah dia dapatkan waktu itu.
“Dengan berat hati dan setelah banyak pertimbangan, saya memutuskan untuk tidak lagi bermain untuk Jerman di level internasional. Sementara saya masih merasakan rasisme dan rasa tidak hormat,” ujar pemain yang telah mengoleksi 92 caps bersama Der Panzer tersebut.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
