Selebrasi Brahim Diaz (kiri), Luka Modric (tengah), dan David Alaba. (Instagram Real Madrid)
JawaPos.com - Real Madrid kembali menjadi pusat kontroversi setelah mengajukan protes kepada Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) terkait keputusan wasit yang dinilai merugikan mereka. Namun, Presiden La Liga, Javier Tebas, tidak tinggal diam dan melontarkan kritik tajam terhadap klub raksasa Spanyol itu.
Dalam wawancara dengan The Objective, Tebas secara terang-terangan menyebut Real Madrid sebagai "klub yang suka menangis" serta menuduh mereka sengaja membangun narasi manipulatif mengenai kontroversi wasit. Pernyataan ini memperburuk hubungan antara Real Madrid dan otoritas liga.
"Real Madrid selalu mencari kontroversi dan menciptakan cerita palsu. Mereka mempertanyakan segalanya dalam sepak bola dan membentuk narasi yang agresif serta manipulatif," ujar Tebas, seperti dikutip dari Diario AS.
Lebih lanjut, ia menyoroti peran Florentino Perez, Presiden Real Madrid, yang dinilai ingin mengontrol banyak aspek dalam dunia sepak bola. Meskipun mengaku sebagai penggemar Los Blancos, Tebas menegaskan bahwa ia tidak mendukung gaya kepemimpinan Perez.
"Saya kenal banyak penggemar Madrid yang tidak setuju dengan cara klub ini berperilaku. Mereka selalu mengeluh setiap akhir pekan dan menyalahkan semuanya pada konspirasi," tambahnya.
Kontroversi Penggunaan VAR dan Keterlibatan Florentino
Selain mengkritik sikap klub, Tebas juga menyoroti penggunaan VAR yang menurutnya semakin tidak terkendali sejak Florentino Perez mulai memberikan pengaruh besar terhadap keputusan-keputusan wasit.
"Sejak Florentino berbicara langsung dengan Presiden Federasi, Rubiales, penggunaan VAR menjadi berlebihan. Kami ingin memperbaiki sistem wasit," tegasnya.
Tebas juga menyinggung ketimpangan dalam perlakuan terhadap klub-klub lain. Menurutnya, jika dilakukan survei, mayoritas klub akan mengakui bahwa Real Madrid dan Barcelona adalah dua tim yang paling diuntungkan dalam berbagai keputusan liga.
"Jika klub-klub lain disurvei, mereka akan mengatakan bahwa Madrid dan Barcelona paling sering diuntungkan. Tapi, mereka tidak punya media seperti RMTV untuk menyuarakannya," sindir Tebas.
Perseteruan Tebas dan Florentino: Konflik yang Tak Kunjung Usai
Javier Tebas tak hanya melontarkan kritik terhadap Real Madrid sebagai klub, tetapi juga mengarahkan serangannya langsung kepada Florentino Perez. Menurutnya, Perez adalah simbol dari sistem sepak bola yang dikuasai oleh segelintir orang kaya yang ingin mengendalikan semuanya demi keuntungan mereka sendiri.
"Sepak bola versi Florentino hanyalah untuk orang-orang kaya. Dia ingin mengontrol segalanya, termasuk pembagian pendapatan," ujar Tebas dengan nada sinis.
Namun, meski dikenal sebagai sosok yang vokal dalam mengkritik Real Madrid, Tebas tetap menyebut dirinya sebagai penggemar klub.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
