Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Februari 2025 | 23.44 WIB

Manchester City Menangkan Gugatan Atas Liga Inggris, Klub Bisa Ajukan Kompensasi Dampak Kerugian Finansial ke Premier League

Para pemain Manchester City siap menghadapi PSG di Liga Champions.

JawaPos.com - Manchester City kembali mencatatkan kemenangan hukum penting dalam pertempuran mereka melawan Premier League atau Liga Inggris. Kali ini, aturan mengenai Associated Party Transactions (APT) yang sebelumnya diterapkan Premier League telah dinyatakan batal dan tidak dapat diberlakukan. Keputusan ini menjadi babak baru dalam perseteruan antara klub dengan regulator liga, yang sebelumnya telah mengalami berbagai revisi aturan sejak diberlakukan pertama kali pada tahun 2021.

Keputusan ini muncul setelah Manchester City menggugat aturan APT yang dinilai melanggar hukum persaingan usaha. Awalnya, Premier League menerapkan aturan tersebut setelah akuisisi Newcastle United oleh dana investasi asal Arab Saudi, dengan tujuan memastikan transaksi klub dengan perusahaan terkait pemiliknya dilakukan sesuai dengan nilai pasar yang wajar. Namun, Manchester City berpendapat bahwa aturan ini membatasi kebebasan klub dalam memperoleh pendanaan dari pemilik mereka sendiri.

Pada akhir 2024, pengadilan independen memutuskan bahwa aturan APT Premier League tidak sesuai dengan hukum persaingan usaha. Akibatnya, Premier League merevisi regulasi tersebut agar lebih sejalan dengan hukum yang berlaku. Namun, Manchester City tidak berhenti di situ. Mereka kembali menantang aturan APT yang telah direvisi, dengan alasan bahwa perubahan tersebut tetap tidak adil dan merugikan klub tertentu.

Dalam proses pemungutan suara terkait perubahan aturan APT, hanya empat klub yang menolak aturan baru ini, yaitu Manchester City, Nottingham Forest, Aston Villa, dan Newcastle United. Meskipun mayoritas klub mendukung aturan baru, City tetap melanjutkan gugatan hukum mereka terhadap Premier League.

Baru-baru ini, pengadilan arbitrase menyatakan bahwa aturan APT lama, yang berlaku sejak Desember 2021 hingga November 2024, secara keseluruhan tidak sah dan tidak dapat diterapkan. Tribunal menemukan bahwa beberapa aspek dari aturan lama yang sebelumnya dinyatakan ilegal tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan regulasi. Oleh karena itu, seluruh aturan APT sebelumnya dinyatakan batal.

Meskipun aturan APT lama telah dibatalkan, Premier League menegaskan bahwa regulasi baru yang diberlakukan sejak November 2024 tetap sah dan harus dipatuhi oleh semua klub. Tribunal belum memberikan keputusan terkait keabsahan aturan baru tersebut, sehingga hasil dari gugatan kedua yang diajukan Manchester City akan menjadi faktor penentu apakah regulasi ini bisa bertahan atau tidak.

Keputusan ini membawa dampak finansial yang signifikan bagi Premier League. Klub-klub yang merasa dirugikan akibat aturan APT lama kini dapat mengajukan kompensasi, yang berpotensi membuat liga kehilangan jutaan hingga puluhan juta poundsterling. 

Selain itu, Manchester City masih harus menghadapi kasus lain terkait 115 tuduhan pelanggaran keuangan, yang menurut Pep Guardiola akan segera mendapatkan keputusan dalam waktu dekat. Dengan berbagai tantangan hukum yang terus berlangsung, hubungan antara Manchester City dan Premier League tampaknya akan tetap tegang dalam waktu yang cukup lama.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore