Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Februari 2025 | 17.39 WIB

Ole Romeny Takjub Lihat Anak-anak Indonesia Mau Hentikan Permainan Saat Azan Berkumandang

Ole Romeny. (Dok. Oxford United)

JawaPos.com - Pesepakbola Ole Romeny baru-baru ini mengungkapkan kekagumannya terhadap toleransi di Indonesia setelah mengalami momen yang mengesankan saat bermain bola bersama anak-anak setempat. Dalam sebuah video yang beredar di akun Instagram @sudutfootball_12, Romeny tampak menikmati permainan di sebuah lapangan hingga sebuah kejadian tak terduga membuatnya terkesan.

Saat azan magrib berkumandang, anak-anak yang sedang asyik bermain bola tiba-tiba menghentikan permainan dan bergegas pergi untuk beribadah. Hal ini membuat Romeny terkejut sekaligus kagum. "Sangat menakjubkan, ketika tempat ibadah berbunyi, semua anak-anak yang bermain pergi ke sana," ungkapnya.

Romeny semakin terkesan ketika menyadari hanya ia dan dua anak yang tetap berada di lapangan. Penasaran, ia pun bertanya kepada mereka mengapa tidak ikut pergi seperti yang lain. Kedua anak yang diketahui bernama Mikael dan Badon itu menjawab bahwa mereka beragama Kristen. Mendengar hal tersebut, Romeny semakin kagum dengan sikap toleransi yang ditunjukkan anak-anak tersebut. "Aku kagum dengan toleransi di sini yang sangat kuat," tambahnya.

Respons Warganet: Antara Kebanggaan dan Guyonan Khas Netizen Indonesia

Ungkapan Romeny langsung menjadi viral dan mendapat banyak tanggapan dari warganet Indonesia. Banyak yang merasa bangga dengan sikap toleransi yang masih kuat di masyarakat, sementara yang lain menanggapinya dengan candaan khas ala netizen Indonesia.

"Soalnya kalau nggak pulang pas magrib, dijemput emaknya bawa sapu," tulis seorang netizen, yang langsung mendapat ribuan likes dan tawa dari warganet lainnya.

"Kalo lu kecil di Indo pasti tau bang, full time main bola itu azan magrib," kata netizen lain yang mengingatkan kebiasaan anak-anak Indonesia yang sering bermain bola hingga waktu salat tiba.

Namun, ada juga komentar yang menyentuh aspek lain dari toleransi di Indonesia. "Di Indonesia ada lima agama resmi dan kami saling toleransi," ujar seorang pengguna yang mendapat banyak dukungan dari warganet lain.

Seorang netizen juga menyinggung bagaimana sepak bola di Indonesia menjadi wadah kebersamaan tanpa memandang agama. "Pemain utama Timnas 80% non-Muslim tapi didukung lebih dari 80% pecinta Timnas yang beragama Islam, Kristen, Hindu, Buddha. Bukti bahwa dalam sepak bola, semua perbedaan agama, umur, suku tidak ada perbedaan," tulisnya dengan penuh semangat.

Namun, beberapa warganet juga menyoroti kenyataan bahwa toleransi di Indonesia masih memiliki tantangan. "Toleransi di dunia nyata ada, yang ribut biasanya di sosial media," tulis seorang netizen, menyinggung perbedaan antara kehidupan nyata dan perdebatan yang sering terjadi di internet.

Tak sedikit pula yang menambahkan guyonan lain terkait pengalaman beragama di Indonesia. "Toleransi di sini kelewatan bang Ole… yang puasa siapa, yang ngabisin takjil siapa? Yang Natal siapa, yang menang event-nya siapa?" tulis seorang pengguna dengan nada bercanda.

Ada juga yang menyinggung fenomena sosial lainnya. "Di Indonesia, kalau puasa perang jam 3 sore rebutan sama yang nggak puasa, terus yang ada event tertentu orang Islam pada nyamar nyari amplop merah," ujar seorang warganet sambil menyisipkan emoji tertawa.

Namun, ada juga yang memberikan perspektif lebih serius tentang toleransi di Indonesia. "Tolong kasih tau Ole, kalau ada kericuhan yang mengatasnamakan agama itu berarti oknum, walaupun oknumnya sekebon-kebon," tulis seorang pengguna.

Sementara itu, komentar lain menyoroti realitas kehidupan beragama di beberapa daerah. "Wkwkwk toleransi sangat kuat? Sini, tak kasih tunjuk daerah saya yang kalau mau bangun rumah ibadah agama lain harus nunggu 10 tahun dulu," ujar seorang netizen yang menyoroti tantangan keberagaman di beberapa wilayah.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore