Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Januari 2025 | 19.51 WIB

Sisi Lain Vinicius Junior, Gaya Hidup Glamor sampai Kontroversi yang Terus Mengikuti Jejak Karirnya

Vinicius Junior terlibat konfrontasi dengan Stole Dimitrievski. (Quality Sport Images/Getty Images) - Image

Vinicius Junior terlibat konfrontasi dengan Stole Dimitrievski. (Quality Sport Images/Getty Images)

JawaPos.com - Real Madrid berhasil mengalahkan Valencia FC di Mestalla Stadium dengan skor 2-1, pada Sabtu (4/1) dini hari WIB. Kemenangan tersebut diraih setelah memutarbalikkan keadaan di akhir laga.

Kemenangan yang didapat Real Madrid melalui gol Jude Bellingham merupakan sebuah hal yang mengejutkan karena sejak menit 79, Real Madrid harus bermain dengan 10 pemain. Pemain yang terpaksa dikeluarkan oleh wasit adalah Vinicius Junior.

Vinicius Junior diberikan sanksi kartu merah oleh wasit karena tertangkap kamera memukul bagian belakang kepala kiper Valencia, Stole Dimitrievski. Keputusan wasit membuat Vinicius Junior tidak terima dan sempat melakukan protes. Keputusan wasit tetap tegas, bahwa kesalahan yang dilakukan Vinicius mutlak dan layak diganjar kartu merah.

Vinicius Junior baru saja mendapat gelar sebagai Pemain Pria Terbaik, dari FIFA pada Bulan Desember 2024 lalu. Gelar ini berhasil didapat setelah dirinya gagal meraih gelar Ballon D’or yang diadakan oleh Majalah France Football, asal Prancis. Sederet gelar yang didapat oleh Vinicius, baik secara individu dan bersama timnya Real Madrid, tidak dapat melepaskan dirinya dari kontroversi yang dilakukannya. Kontroversi tersebut didapat dari gaya permainan ala pemain brazil yang lincah dan cemoohan pendukung tim lain.

Sebelum kejadian di Mestalla terjadi, pada tahun 2023 Vinicius juga mengalami perlakuan rasisme dari pendukung Valencia. Kala itu, Valencia FC mengutuk keras tindakan penonton yang menyanyikan lirik rasisme dan ditujukan kepada Vinicius Junior.

Vinicius Junior tidak hanya mendapatkan cemoohan dan nyanyian rasisme di satu kesempatan. Dilansir dari akun @theMadridZone, Vinicius sudah mendapatkan delapan kali perlakuan rasisme dari pendukung rival yang bermain melawan Real Madrid.

Di sisi lain, tidak hanya rasisme yang diterima Vinicius, dirinya juga memberikan sebuah permainan agresif untuk pemain tim lawan. Tidak hanya kepada kiper Valencia FC, Vinicius pernah berlaku kepada Willi Orban, pemain RB Leipzig di ajang Liga Champions Eropa.

Ada lagi beberapa nama yang pernah berhadapan langsung dengan Vinicius Junior ketika dirinya berubah menjadi sosok yang agresif, seperti Frenkie de Jong, pemain FC Barcelona dan Koke, pemain Ateltico Madrid.

Dilansir dari marca.com, Carlo Anceloti, pelatih Real Madrid, mengatakan bahwa pihak Real Madrid akan mengajukan banding untuk kartu merah yang diterima oleh Vinicius Junior. “Kami akan mengajukan banding, saya tidak tahu mereka akan menerimanya atau tidak, tapi kama rasa itu bukan kartu merah,” ucap Anceloti di konferensi pers usai laga.

Carlo Anceloti juga menegaskan bahwa itu sebuah reaksi yang diberikan oleh Vinicius kepada sang kiper. Sebelum ada dorongan dari Vinicius, Dimitrievski sudah memberikan dorongan yang membuat Vinicius Junior murka.

Di sisi lain, Vinicius hanya memberikan sebuah unggahan yang berbunyi “maaf dan terima kasih tim” di sosial media pribadinya.

 

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore