JawaPos.com - Kevin Diks mengungkapkan kesedihannya mendengar kabar bahwa kontraknya tak akan diperpanjang FC Copenhagen. Gelandang Timnas Indonesia itu mengaku masih cinta dan belum rela meninggalkan klubnya sekarang.
Kontrak Kevin Diks diketahui akan habis pada 30 Juni 2025 alias akhir musim Danish Superliga 2024/2025. Tak diketahui alasan Copenhagen tak mau memperpanjang kontrak sang gelandang
"Saya ingin meluruskan bahwa bukan saya yang ingin pergi. Anda tidak pernah tahu di sepak bola. Mungkin saya akan bertahan. Tapi bukan keinginan saya untuk mengucapkan selamat tinggal," kata Kevin Diks, seperti dipetik dari Tipsbladet.
Diks mengaku masih cinta dengan FC Copenhagen. Bahkan keluarganya pun sudah betah dan bahagia tinggal di Denmark, tepatnya di kota tempat dia berkarier.
"Saya cinta klub dan orang-orang di sini. Keluarga saya senang di sini dan akan sedih jika [kontrak berakhir] ini terjadi. Tapi ini bukan keputusan saya dan tidak akan pernah jadi keputusan saya bila ini terjadi," tutur Diks.
"Saya cinta stadion ini, suporter, dan klub. Saya ingin memperjelas bahwa ini bukan keputusan saya. Mereka yang memberi keputusan dan tahu apa yang akan terjadi," tambah pemain kelahiran Belanda itu.
Perpanjangan kontrak, kata Diks, sangat penting untuk dirinya. Tapi dia juga tak bisa apa-apa jika pada akhirnya Copenhagen enggan memperpanjang dan melepasnya.
"Ada beberapa hal yang tidak ingin saya katakan karena sifatnya pribadi. Perpanjangan kontrak adalah hal yang sangat penting untuk saya dan saya berhak atas itu," ucapnya.
"Tapi beberapa hal tidak terjadi sesuai keinginan. Dalam sepak bola dan kehidupan tidak semuanya terjadi sesuai harapan. Itu yang ingin saya katakan," kata Kevin Diks menambahkan.
Manajemen FC Copenhagen sendiri sebelumnya telah menyatakan bahwa peluang Kevin Diks untuk bertahan sangat kecil. Sebab klub pemilik 15 gelar Danish Superliga itu sudah punya rencana lain.
"Kemungkinannya sangat kecil (memperpanjang kontrak Kevin Diks). Ini tidak jadi rencana bersama Kevin. Dia butuh pergi dan berkarier di luar negeri. Menurut saya ini jalan tengahnya," kata Sune Smith-Nielsen, Direktur Olahraga FC Copenhagen. (*)