Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 September 2024 | 04.00 WIB

Prediksi Inter Milan vs AC Milan, Perang Taktik di Derby della Madonnina

Lautaro Morata (kiri) akan adu tajam dengan Alvaro Morata saat Inter Milan bentrok dengan AC Milan di Giuseppe Meazza, Senin (23/9) dini hari. (reuters) - Image

Lautaro Morata (kiri) akan adu tajam dengan Alvaro Morata saat Inter Milan bentrok dengan AC Milan di Giuseppe Meazza, Senin (23/9) dini hari. (reuters)

JawaPos.com – Derby della Madonnina yang ikonik kembali menjadi sorotan, di mana Inter Milan akan menjadi tuan rumah saat menyambut kehadiran AC Milan di Giuseppe Meazza, Senin (23/9) dini hari WIB.

Dengan kedua tim memiliki peruntungan bertolak belakang jelang pertandingan ini, namun duel klasik ini tetap menjanjikan. Seperti biasa, Derby della Madonnina masih merupakan salah satu pertandingan paling seru dalam kalender Serie A.

Bagi AC Milan, bulan lalu benar-benar perjuangan. Meskipun memiliki harapan tinggi setelah melalui jendela transfer musim panas yang sibuk, I Rossoneri tampaknya masih krisis, baik di dalam maupun luar lapangan.

Paulo Fonseca, orang yang memegang kendali, mendapati dirinya berada di bawah tekanan karena penampilan Milan jauh dari meyakinkan sejauh ini.

Kekalahan baru-baru ini dari Liverpool di Liga Champions menyoroti kekurangan mereka, terutama di lini pertahanan dan lini tengah.

Kekalahan 1-3 bukan hanya skor, tetapi indikasi masalah yang lebih di dalam tim. Milan, yang memimpin lebih dulu melalui Christian Pulisic, hancur di bawah tekanan saat Liverpool mendominasi selama 70 menit tersisa.

Statistik mengkhawatirkan dengan 19 tembakan hanya dalam tempo 70 menit merupakan indikasi lini belakang Milan masih rapuh. Mereka masih mencari jalan menahan serangan lawan.

Sebaliknya, Inter Milan datang ke derbi dengan keyakinan di pihak mereka. Meskipun bermain imbang 1-1 melawan Monza pekan lalu, I Nerazzurri tetap menjadi favorit berkat enam kemenangan berturut-turut mereka jelang derbi nanti.

Dipimpin oleh Simone Inzaghi, Inter memiliki skuad yang kuat dengan kedalaman di setiap posisi. Trio lini tengah Nicolo Barella, Hakan Calhanoglu, dan Henrikh Mkhitaryan telah berperan penting dalam mengendalikan permainan. Sementara Lautaro Martinez dan Marcus Thuram selalu tampil dalam performa terbaik melawan rival sekota mereka.

Kesempatan terakhir untuk Fonseca?

Seperti yang diakui Fonseca setelah pertandingan Liga Champions, AC Milan rapuh dalam hal pertahanan. Sejauh ini, mereka hanya mampu menjaga gawangnya tidak kebobolan dalam satu dari lima pertandingan mereka, dan itu terjadi saat melawan tim yang baru promosi, Venezia, dan kebobolan setidaknya dua kali dalam semua pertandingan lainnya.

Absennya pemimpin yang berwibawa di jantung lini tengah dan bek kreatif yang mampu membangun permainan dari belakang membuat Milan kehilangan arah. Fikayo Tomori dan Strahinja Pavlovic, yang bertugas bertahan dan mendistribusikan bola, kesulitan untuk melakukannya secara efektif sejauh ini.

Sementara itu, duo lini tengah Ruben Loftus-Cheek dan Youssouf Fofana belum mampu memimpin tim. Mereka sering gagal menguasai bola atau menciptakan peluang dalam transisi.

Kurangnya kepemimpinan dan kejelasan taktis ini membuat Milan rentan, dengan masalah mencolok saat menguasai bola maupun tidak. Melawan Liverpool, mereka terlalu pasif di momen-momen penting, membiarkan lawan mereka menguasai permainan tanpa banyak perlawanan.

Salah satu dilema taktis terbesar Milan adalah ketidakmampuan mereka untuk mempertahankan tekanan selama 90 menit.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore