Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Juni 2024 | 21.56 WIB

Menelusuri Sejarah RCD Espanyol yang Sempat Jadi Klub Trial Evan Dimas dan Sekarang Berkolaborasi dengan Kemenparekraf

KENANGAN: Evan Dimas sempat melakukan trial bersama RCD Espanyol pada media 2016. (Instagram Evan Dimas) - Image

KENANGAN: Evan Dimas sempat melakukan trial bersama RCD Espanyol pada media 2016. (Instagram Evan Dimas)

JawaPos.com — RCD Espanyol memiliki sejarah panjang yang kaya akan tradisi dan prestasi. Didirikan pada 28 Oktober 1900 oleh seorang mahasiswa teknik Universitas Barcelona, Angel Rodriguez, klub ini awalnya bernama Sociedad Espanola de Football sebelum berganti menjadi Club Espanol de Futbol setahun kemudian.

Berawal dari distrik Sarria, Barcelona, Espanyol awalnya mengenakan kostum berwarna kuning terang sebelum berganti menjadi biru dengan strip putih pada 1910, terinspirasi dari perisai Laksamana Aragon-Spanyol.

Pada 1912, Espanyol menjadi salah satu dari sedikit klub Spanyol yang mendapatkan perlindungan dari Raja Alfonso XIII, yang memungkinkan mereka menyematkan nama "Real" dan menggunakan mahkota dalam lambang klubnya. Sejak saat itu, klub ini dikenal sebagai Real Club Deportivo Espanyol.

Espanyol berasal dari wilayah Catalunya dan bersaing langsung dengan rival sekotanya, Barcelona, dalam pertandingan yang dikenal sebagai Derbi Barceloni. Meskipun kalah dalam hal prestasi dan basis pendukung dibanding Barcelona, Espanyol adalah salah satu pendiri La Liga Spanyol pada 1928 dan klub pertama dalam sejarah Spanyol yang dibentuk secara eksklusif oleh para penggemar sepak bola daerahnya.

Sepanjang sejarahnya, Espanyol telah menggunakan tiga stadion berbeda sebagai markasnya. Estadi de Sarria menjadi kandang pertama dan terlama, digunakan sejak 1923 hingga 1997. Stadion ini menjadi saksi sederet gelar perdana dalam sejarah klub.

Pada 1997, Espanyol pindah ke Estadi Olimpic de Montjuic yang mendapat banyak kecaman dari suporter karena jarak antara penonton dan lapangan yang terlalu jauh. Akhirnya, pada 2009, Espanyol pindah ke stadion baru, Estadio Cornella-El Prat, yang sempat berganti nama menjadi Power 8 Stadium dan kini dikenal sebagai RCDE Stadium.

Meskipun tidak sepopuler akademi La Masia milik Barcelona atau Castilla kepunyaan Real Madrid, akademi sepak bola Espanyol tetap diperhitungkan di Spanyol dan Eropa. Dengan pendidikan berjenjang dari U-8 hingga U-19 dan tim satelit, Espanyol B, banyak pemain berbakat telah dihasilkan dari akademi ini, termasuk Raul Tamudo, David Lopez, Aleix Vidal, Cristian Tello, Oriol Romeu, Marc Bartra, Sergi Darder, dan Eric Bailly.

Salah satu pemain Indonesia yang pernah merasakan tempaan akademi Espanyol adalah Evan Dimas. Belajar selama 100 hari pada periode Januari hingga Mei 2016, Evan mendapat banyak pengalaman berharga. "Saya mendapat pengalaman hebat selama membela Espanyol. Fasilitas latihan di sana sangat lengkap, terutama untuk nge-gym. Tempat latihan dan lapangan pertandingan juga berdekatan, sehingga memudahkan. Saya tidak menyesal bisa menimba pengalaman di luar negeri," ujar Evan sesaat setelah pulang dari Spanyol.

Espanyol juga memiliki sederet legenda yang namanya selalu dielu-elukan oleh kawan maupun lawan pada masanya. Raul Tamudo, produk asli akademi Espanyol, adalah penampil terbanyak dalam sejarah klub dengan 389 penampilan dan top skor sepanjang masa dengan 129 gol. Selain Tamudo, nama-nama legendaris lainnya termasuk Artaega, Jose Maria, Thomas N'Kono, Antonio Argiles, Mauricio Pochettino, Ivan de la Pena, Daniel Jarque, dan Luis Garcia.

Meski berkiprah di level tertinggi sepak bola Spanyol, prestasi Espanyol tidak sementereng klub-klub besar lainnya. Dalam usianya yang menginjak 116 tahun, Espanyol baru meraih lima trofi prestisius, yaitu empat Copa del Rey dan satu Piala Intertoto. Gelar terakhir mereka dapatkan pada musim 2005/2006 dengan meraih Copa del Rey.

Semusim setelah itu, Espanyol nyaris menjuarai Piala UEFA namun kalah di final oleh Sevilla lewat adu penalti setelah bermain imbang 2-2 dalam 120 menit.

Di balik sejarah panjang dan prestasinya, Espanyol kini menjalin kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) untuk mempromosikan Wonderful Indonesia di Eropa.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengunjungi markas Espanyol, Stage Front Stadium, sebagai bagian dari upayanya mempererat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Spanyol dalam bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Hubungan antara Espanyol dan Indonesia sebenarnya sudah terjalin sejak lama. Pada 1978, Espanyol menjadi tim Eropa pertama yang berkompetisi di Indonesia. Pada 2017, mereka kembali mengunjungi Jakarta, yang semakin mempererat hubungan antara kedua pihak.

Dalam kunjungannya kali ini, Sandiaga optimistis bahwa kerja sama ini dapat menciptakan kolaborasi baru untuk memperkenalkan Wonderful Indonesia ke seluruh Eropa. "Saya yakin melalui pertemuan ini kita dapat menciptakan kerja sama serta mengembangkan kolaborasi baru, memperkenalkan Wonderful Indonesia ke seluruh wilayah Eropa," ungkap Sandiaga.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore