
SEJARAH PANJANG: Como 1907 punya sejarah panjang terkait kiprah mereka yang mengkilap di Liga Italia ketika masa perang berkecamuk. (Como 1907)
JawaPos.com — Dalam sejarah panjang sepak bola Italia, ada satu klub yang sempat mencatatkan prestasi gemilang dan tak terlupakan. Klub tersebut adalah Como 1907, yang pernah dikenal dengan nama Associazione Calcio Comense.
Perjalanan Como 1907 di dunia sepak bola tidak hanya sekadar berkompetisi, tetapi juga menorehkan sejarah sebagai salah satu tim yang pernah tak terkalahkan dan mengungguli raksasa sepak bola Italia seperti AC Milan dan Inter Milan. Baru-baru ini, klub ini menarik perhatian dengan akuisisi oleh Djarum Group, menambah babak baru dalam kisah mereka.
Kisah Como 1907 bermula pada 1926 ketika pihak berwenang mengharuskan Como dan Esperia untuk bergabung, membentuk Associazione Calcio Comense. Keputusan ini membawa perubahan signifikan dalam sejarah klub.
Gustavo Carrer, pelatih pertama dari tim baru ini, membawa tim memulai kompetisi di Divisi Pertama. Momentum penting terjadi pada 30 Juli 1927 ketika Pangeran Umberto di Savoia meresmikan Stadion Sinigaglia. Stadion ini menjadi saksi perjalanan panjang Como 1907 dan tetap menjadi kandang mereka hingga saat ini.
Masa keemasan Como dimulai pada 1931 di bawah pelatih asal Hungaria, Gedeon Lukacs. Tim ini mencatatkan rekor yang tak tertandingi, memenangkan liga Divisi Pertama dan promosi ke Serie B tanpa sekalipun merasakan kekalahan. Prestasi ini menjadikan mereka sebagai satu-satunya tim dalam sejarah sepak bola Italia yang mencapai prestasi tersebut.
Keberhasilan ini tidak hanya mengangkat nama Como di kancah sepak bola nasional, tetapi juga menciptakan citra sebagai tim yang sulit dikalahkan, atau dikenal sebagai "The Invincibles".
Bertahan di Serie B hingga 1935, Como berada di bawah kepemimpinan Adolfo Balonceri dan kemudian Cevenini III. Namun, perjalanan tidak selalu mulus. Pada 1936, setelah menghadapi masalah ekonomi, tim terdegradasi ke liga Promosi. Pada saat inilah nama Comense dicabut, dan klub kembali menjadi Associazione Calcio Como.
Perang Dunia Kedua yang berkecamuk tidak menghentikan semangat tim ini untuk terus berkompetisi. Ketika banyak klub mengalami kesulitan dan kompetisi terganggu, Como tetap bermain di Serie C. Pada 1945, mereka memenangkan Turnamen Lombard, sebuah prestasi yang mengesankan karena berhasil mengungguli klub-klub besar seperti AC Milan dan Inter Milan.
Kemenangan ini tidak hanya menjadi simbol ketangguhan Como dalam menghadapi masa-masa sulit, tetapi juga menegaskan status mereka sebagai salah satu tim kuat di Italia.
Maju ke era modern, Como 1907 menghadapi berbagai tantangan termasuk fluktuasi dalam performa dan masalah keuangan. Namun, pada 2024, sebuah berita besar datang ketika Djarum Group, sebuah konglomerat besar dari Indonesia, mengakuisisi klub ini. Akuisisi ini memberikan harapan baru bagi Como 1907 untuk kembali ke masa kejayaan mereka.
Djarum Group, yang dikenal dengan keseriusannya dalam investasi olahraga, berencana membawa perubahan signifikan dalam manajemen dan pengembangan tim.
Dalam pernyataan resminya, perwakilan Djarum Group mengungkapkan visi mereka untuk menjadikan Como 1907 sebagai klub yang kompetitif tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kancah internasional. Rencana ini mencakup pengembangan infrastruktur, peningkatan kualitas akademi sepak bola, serta mendatangkan pemain-pemain berbakat baik dari Italia maupun dari luar negeri.
Kehadiran Djarum Group juga membawa optimisme baru bagi para pendukung setia Como. Banyak dari mereka yang percaya bahwa ini adalah awal dari era baru yang akan membawa klub kembali ke puncak kejayaan. Dalam beberapa musim terakhir, Como memang menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan penampilan yang semakin membaik di kompetisi domestik.
Cerita Como 1907 adalah kisah tentang ketangguhan dan keberanian dalam menghadapi tantangan. Dari masa kejayaan sebagai "The Invincibles" hingga masa sulit dan kebangkitan kembali, klub ini menunjukkan bahwa dengan semangat dan dukungan yang tepat, tidak ada yang tidak mungkin. Akuisisi oleh Djarum Group adalah bukti bahwa Como 1907 masih memiliki daya tarik dan potensi besar di dunia sepak bola.
Perjalanan Como 1907 tentu tidak berhenti di sini. Dengan dukungan finansial dan manajerial dari Djarum Group, harapan baru terbit bagi klub yang pernah menjadi kebanggaan Italia ini. Para pendukung kini menantikan langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh manajemen baru dalam beberapa musim mendatang.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
