Yaya Sanogo dikaitkan dengan Persebaya Surabaya untuk mengisi lini serang Green Force di era Paul Munster. (Transfermarkt/IMAGO)
JawaPos.com — Yaya Sanogo, nama yang tak asing bagi penggemar sepak bola yang mengikuti perjalanan kariernya dari masa muda hingga saat ini. Lahir pada tanggal 27 Januari 1993, Sanogo merupakan pemain sepak bola profesional asal Prancis yang kini bermain sebagai penyerang untuk klub China League One, Qingdao Red Lions.
Namun, sebelum mencapai kesuksesan dan ketenaran di Tiongkok, Sanogo telah menjalani perjalanan panjang yang dimulai dari klub lokal Paris, CO Les Ulis hingga kini dikaitkan dengan Persebaya Surabaya.
Sanogo muncul sebagai bakat muda yang menjanjikan, dibesarkan di klub Paris CO Les Ulis sebelum akhirnya bergabung dengan akademi muda Auxerre. Debutnya untuk Auxerre terjadi pada tahun 2010 ketika usianya masih 16 tahun. Namun, perjalanan karier Sanogo tidak selalu mulus. Meskipun menunjukkan potensi yang besar, dia mengalami cedera serius yang membuatnya absen dalam beberapa pertandingan.
Puncak dari karier muda Sanogo adalah ketika dia menjadi bagian dari tim Prancis U-20 yang memenangkan Piala Dunia U-20 FIFA pada tahun 2013. Kemenangan tersebut menjadi titik balik penting dalam karier Sanogo, menambah reputasinya sebagai salah satu pemain muda yang paling menjanjikan pada saat itu.
Tidak butuh waktu lama bagi klub-klub besar Eropa untuk memperhatikan bakat Sanogo. Pada tahun 2013, dia bergabung dengan Arsenal yang saat itu dilatih oleh Arsène Wenger. Namun, meskipun mendapat kesempatan di klub besar seperti Arsenal, Sanogo kesulitan untuk memperoleh tempat di skuat utama selama empat musimnya di klub tersebut. Dia sempat dipinjamkan ke beberapa klub lain seperti Crystal Palace, Ajax, dan Charlton Athletic.
Di Arsenal, Sanogo mengalami beberapa momen gemilang, termasuk saat ia turut berkontribusi dalam kemenangan Arsenal di Piala FA tahun 2014. Namun, performa konsistennya masih menjadi tanda tanya bagi banyak orang.
Setelah meninggalkan Arsenal, Sanogo bergabung dengan Toulouse di Liga Prancis. Di sana, dia berhasil menemukan kembali performa terbaiknya dan menjadi salah satu pencetak gol terkemuka bagi klub tersebut. Namun, setelah beberapa musim, Sanogo akhirnya dilepas oleh Toulouse dan memulai petualangan baru dengan bergabung bersama Huddersfield Town di Inggris.
Perjalanan Sanogo tidak berhenti di Inggris. Pada tahun 2023, dia menandatangani kontrak dengan klub Armenia, Urartu. Namun, petualangan singkatnya di Urartu berakhir pada tahun 2024 ketika dia meninggalkan klub tersebut secara bersamaan.
Pada Maret 2024, Sanogo kembali menemukan klub baru dengan bergabung bersama Qingdao Red Lions di Liga China. Langkah ini menandai babak baru dalam kariernya, di mana dia akan berusaha untuk menunjukkan kualitasnya di panggung sepak bola Asia.
Yaya Sanogo telah menampilkan karier yang mengesankan sebagai pemain sepak bola, dengan total 177 penampilan di berbagai kompetisi. Dalam perjalanannya, dia mampu mencatatkan 44 gol dan memberikan 9 assist, menunjukkan kontribusi yang signifikan dalam meraih kemenangan.
Meskipun telah mengumpulkan 18 kartu kuning, dia belum pernah menerima kartu kuning kedua, namun harus menelan satu kartu merah. Total waktu bermainnya mencapai 8.978 menit, mencerminkan keandalan dan ketekunan dalam menghadapi persaingan di lapangan hijau.
Dari Paris hingga Tiongkok, perjalanan Yaya Sanogo adalah cerita tentang ketekunan, ketahanan, dan ketangguhan. Meskipun menghadapi banyak rintangan dan tantangan di sepanjang jalan, Sanogo terus berjuang dan tidak pernah menyerah untuk mencapai impian sepak bola.
Dengan karier yang masih panjang di depannya, kita akan melihat apakah Sanogo dapat terus menorehkan namanya di dunia sepak bola internasional.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
