Dari kiri, Declan Rice, Kai Havertz, dan Jurrien Timber berpose dengan trofi maupun medali juara Community Shield. Arsenal mengalahkan Manchester City 4-1 via adu penalti.
JawaPos.com – Bukan tanpa alasan tactician Arsenal Mikel Arteta menginginkan Kai Havertz, Declan Rice, dan Jurrien Timber. Tiga rekrutan bernilai EUR 231,6 juta (Rp 3,85 triliun) itu memang menjadikan Arsenal untuk sementara sebagai tim paling boros di bursa transfer musim panas.
Tapi, Arteta memang butuh pemain mahal untuk membuat The Gunners –sebutan Arsenal– semakin kompetitif.
Nyaris kembali kalah untuk kali kesembilan beruntun oleh Manchester City dalam ajang Community Shield kemarin (7/8) dini hari, Arsenal mampu menyamakan kedudukan 1-1 dalam waktu normal.
The Gunners kemudian memenangi adu penalti 4-1 dalam laga di Wembley Stadium tersebut.
Havertz, Rice, dan Timber langsung dimainkan Mister –julukan Arteta– sebagai starter. Masing-masing di posisi false nine, gelandang pivot, dan bek kiri. Sementara pelatih City Pep Guardiola hanya bisa memainkan Mateo Kovacic, sedangkan bek termahal dunia Josko Gvardiol masih belum siap dimainkan.
Untuk performa, seiring kali pertama turun dalam pertandingan kompetitif, performa pemain baru memang tidak bisa langsung diharapkan signifikan. Bahkan, Rice yang bersanding dengan winger City Jack Grealish sebagai pemain termahal Inggris (GBP 100 juta atau Rp 1,93 triliun) dianggap tak sepadan.
”(Pemain) kemahalan,” sindir pandit ITV sekaligus mantan gelandang bertahan Manchester United Roy Keane. ”Dia bermain tidak seperti pemain berharga GBP 100 juta. Padahal, Declan pemain yang sangat bagus,” sambung Keane.
Jamie O’Hara, pandit lainnya sekaligus mantan gelandang Tottenham Hotspur, malah menyebut Rice bermain di bawah rata-rata penggawa Arsenal. O’Hara nyaris tidak mendeteksi kontribusi Rice saat dia di lapangan.
Sebagai gelandang, pergerakan Rice semestinya paling kelihatan. ”Jika Anda tidak bisa diperhatikan, berarti Anda bermain di bawah rata-rata,” ucapnya.
Terlepas kritik pandit, trio pemain baru Arsenal telah membantu Arsenal memenangkan gelar di awal musim baru (2023–2024). Kiper Arsenal Aaron Ramsdale juga menganggap kontribusi tiga rekan barunya tidak bisa diukur hanya urusan teknis.
Tapi juga nonteknis seperti meningkatkan konfidensi pemain Arsenal lainnya. ”Aku tidak yakin apakah ini akan mencerminkan musim 2023–2024. Namun, setidaknya, hambatan mentalitas sudah hilang dari kami,” klaim Ramsdale di laman resmi klub.
Pep pun mengakui bahwa tiga rekrutan baru Arsenal membuat skuad Arteta lebih kuat. Sementara gelandang serang City Kevin De Bruyne menilai Havertz, Rice, dan Timber akan jadi tulang punggung The Gunners. ”Kami harus waspada dengan perkembangan mereka,” tutur pemain yang akrab disapa KDB tersebut di laman resmi FA.
Community Shield kemarin sekaligus menjadi ”debut” durasi panjang injury time di sepak bola profesional Inggris. Durasinya mencapai 11 menit untuk interval kedua injury time. Hal itu bisa dimanfaatkan Arsenal untuk mencetak gol penyama kedudukan via Leandro Trossard (90+11’).

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
