Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Mei 2023 | 18.44 WIB

Vinicius Junior Jadi Korban Rasialisme, Ancelotti Sedih

Pemain Real Madrid Vinicius Junior merayakan gol ketiganya yang juga gol keenam Real Madrid dalam laga LaLiga menghadapi Levante UD di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid pada Kamis (12/5) Javier Soriano/AFP/Antara - Image

Pemain Real Madrid Vinicius Junior merayakan gol ketiganya yang juga gol keenam Real Madrid dalam laga LaLiga menghadapi Levante UD di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid pada Kamis (12/5) Javier Soriano/AFP/Antara

JawaPos.com - Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti berbicara mengenai kasus rasialisme yang menimpa pemainnya Vinicius Junior saat pertandingan LaLiga atau Liga Spanyol melawan Valencia, Senin (22/5), dikutip dari ANTARA.

Bermain di stadion Mestalla, Valencia, Minggu (21/5) malam WIB, Vincius Junior terus saja diteriaki kata-kata rasial oleh para suporter Valencia.

Baca Juga: Meisterschale pun Kini Jadi Trouble: Bayern-BVB Berebut Juara di Spieltag Pemungkas

“Saya sangat sedih, kita harus mengakhiri ini karena ini tahun 2023, rasisme seharusnya tidak ada," kata Carlo Ancelotti melansir laman resmi klub.

Vinicius memang kerap menjadi korban tindakan rasis dari suporter-suporter di tanah Spanyol. Melansir laman resmi LaLiga tercatat semenjak tahun 2021, pemain tim nasional Brasil itu telah menerima sepuluh kali tindakan rasialisme di seluruh kompetisi Spanyol.

Baca Juga: Sindir Anies Tidak Ungkap Data Secara Utuh, TGB: Kalau Fair, Apa Adanya

Perlakuan itu diterima oleh Vinicius dari suporter Barcelona, RCD Mallorca, Atletico Madrid, Real Valladolid, CA Osasuna, Real Betis dan Valencia.

"Ini terlalu serius, mereka melempar bola saat menyerang, mereka menghina Vinicius sepanjang waktu dan kemudian mereka memberinya kartu merah," ungkap Ancelotti.

Baca Juga: Sistem E-Court di Peradilan Masih Ada Celah Merugikan, Ini Saran Praktisi Hukum

Pertandingan sempat dihentikan selama sepuluh menit karena tindakan rasial yang dilontarkan suporter Valencia. Namun ketika laga kembali berlanjut, kata-kata rasial terus bergema di stadion Mestalla.

Justru pada masa perpanjangan waktu tepatnya pada menit ke-97, Vinicius diganjar kartu merah usai terlibat cek-cok dengan kiper Valencia Giorgi Mamardashvili.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Fasilitasi KPK Periksa Mario Dandy Satriyo

"Meskipun ada banyak tuduhan anti-kekerasan, tidak ada yang pernah terjadi. Solusi bagi saya adalah menghentikan pertandingan. Sudah jelas, ini tidak bisa dilanjutkan. Vinicius adalah pemain yang paling sering dilanggar dan dihina," kata Ancelotti.

Saat ini LaLiga sedang menginvestigasi mengenai kejadian yang berada di stadion Mestalla dan bakal mengambil tindakan hukum yang tepat apabila ujaran kebencian itu terbukti.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore