
Pemain Real Madrid Vinicius Junior merayakan gol ketiganya yang juga gol keenam Real Madrid dalam laga LaLiga menghadapi Levante UD di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid pada Kamis (12/5) Javier Soriano/AFP/Antara
JawaPos.com - Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti berbicara mengenai kasus rasialisme yang menimpa pemainnya Vinicius Junior saat pertandingan LaLiga atau Liga Spanyol melawan Valencia, Senin (22/5), dikutip dari ANTARA.
Bermain di stadion Mestalla, Valencia, Minggu (21/5) malam WIB, Vincius Junior terus saja diteriaki kata-kata rasial oleh para suporter Valencia.
Baca Juga: Meisterschale pun Kini Jadi Trouble: Bayern-BVB Berebut Juara di Spieltag Pemungkas
“Saya sangat sedih, kita harus mengakhiri ini karena ini tahun 2023, rasisme seharusnya tidak ada," kata Carlo Ancelotti melansir laman resmi klub.
Vinicius memang kerap menjadi korban tindakan rasis dari suporter-suporter di tanah Spanyol. Melansir laman resmi LaLiga tercatat semenjak tahun 2021, pemain tim nasional Brasil itu telah menerima sepuluh kali tindakan rasialisme di seluruh kompetisi Spanyol.
Baca Juga: Sindir Anies Tidak Ungkap Data Secara Utuh, TGB: Kalau Fair, Apa Adanya
Perlakuan itu diterima oleh Vinicius dari suporter Barcelona, RCD Mallorca, Atletico Madrid, Real Valladolid, CA Osasuna, Real Betis dan Valencia.
"Ini terlalu serius, mereka melempar bola saat menyerang, mereka menghina Vinicius sepanjang waktu dan kemudian mereka memberinya kartu merah," ungkap Ancelotti.
Baca Juga: Sistem E-Court di Peradilan Masih Ada Celah Merugikan, Ini Saran Praktisi Hukum
Pertandingan sempat dihentikan selama sepuluh menit karena tindakan rasial yang dilontarkan suporter Valencia. Namun ketika laga kembali berlanjut, kata-kata rasial terus bergema di stadion Mestalla.
Justru pada masa perpanjangan waktu tepatnya pada menit ke-97, Vinicius diganjar kartu merah usai terlibat cek-cok dengan kiper Valencia Giorgi Mamardashvili.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Fasilitasi KPK Periksa Mario Dandy Satriyo
"Meskipun ada banyak tuduhan anti-kekerasan, tidak ada yang pernah terjadi. Solusi bagi saya adalah menghentikan pertandingan. Sudah jelas, ini tidak bisa dilanjutkan. Vinicius adalah pemain yang paling sering dilanggar dan dihina," kata Ancelotti.
Saat ini LaLiga sedang menginvestigasi mengenai kejadian yang berada di stadion Mestalla dan bakal mengambil tindakan hukum yang tepat apabila ujaran kebencian itu terbukti.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
