
FRANCK FIFE/AFP BERUNTUNG: Dari kiri, gelandang Aurelien Tchouameni, bek Axel Disasi, gelandang Matteo Guendouzi, dan bek William Saliba berlatih di Clairefontaine-en-Yvelines kemarin.
JawaPos.com - Presnel Kimpembe termasuk pemain berjiwa kesatria. Bek Paris Saint-Germain tersebut sebenarnya sudah masuk skuad Prancis ke Piala Dunia 2022.
Tapi, Kimpembe menemui entraineur Didier Deschamps untuk menyampaikan pengunduran dirinya.
Bek 27 tahun itu merasa tidak akan bisa pulih 100 persen dari cedera achilles yang dideritanya sejak pekan lalu.
”Dia (Kimpiembe, Red) sosok yang jujur meski harus menghadapi kenyataan pahit (melewatkan Piala Dunia yang sudah di depan mata, Red),’’ papar Deschamps seperti dilansir L’Equipe.
Tidak butuh waktu lama bagi Deschamps untuk menentukan suksesor Kimpembe.
Yang mengejutkan, pilihan Deschamps jatuh kepada bek AS Monaco Axel Disasi. Bek yang masih nihil caps alias belum pernah memperkuat Les Bleus.
Disasi pun melewati delapan nama yang sudah punya caps dan setahun terakhir masuk panggilan Deschamps.
Yakni, Lucas Digne (Aston Villa/49 caps), Clement Lenglet (Tottenham Hotspur/15 caps), Leo Dubois (Galatasaray/13 caps), dan Kurt Zouma (West Ham United/11 caps).
Ada pula Ferland Mendy (Real Madrid/9 caps), Jonathan Clauss (Olympique Marseille/6 caps), Benoit Badiashile (AS Monaco/2 caps), dan Adrien Truffert (Stade Rennais/1 caps).
Tentu Deschamps memiliki pertimbangan khusus memilih Disasi. Salah satunya ditengarai karena bek 24 tahun itu memiliki kemampuan berkontribusi gol di AS Monaco.
Musim ini, dari 23 laga di semua ajang, Disasi terlibat dalam 7 gol (mencetak 3 gol dan mengemas 4 umpan gol).
Di sisi lain, pemilihan Disasi juga kontroversial mengingat dia jadi penyebab gelandang Olympique Marseille Amine Harit melewatkan kans tampil di Piala Dunia 2022 bersama Maroko. Itu setelah Disasi melanggar Harit dalam duel di journee ke-15 Ligue 1 (14/11). Harit kemudian diketahui menderita cedera lutut kiri yang cukup parah.
”Aku tidak merasa bersalah. Ini bukan dansa, melainkan sepak bola yang memang olahraga dengan kontak fisik tinggi,’’ ujar Disasi seperti dilansir Marca.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
