Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Juni 2021 | 02.35 WIB

Pengamat Belanda: De Boer Telah Membuang Identitas Sepak Bola Belanda

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Setelah kekalahan menyesakkan tim nasional Belanda 0-2 oleh Republik Ceko di babak 16 besar Euro 2020 yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, kemarin, pelatih kepala Belanda Frank de Boer langsung mendapat pertanyaan menohok dari awak media.

Pertanyaan itu diajukan dalam konferensi pers setelah laga. Mereka menanyakan akankah De Boer menanggalkan jabatannya setelah kekalahan tersebut.

Pelatih 51 tahun itu belum mau menjawab pertanyaan tersebut dengan panjang lebar. Dia hanya menyebut masih butuh waktu untuk memikirkannya.

’’Aku tidak akan menjawabnya sekarang. Saat ini aku masih penuh emosi. Aku butuh memikirkan itu dengan tenang. Ini bukan waktu yang tepat membuat keputusan,’’ ucap De Boer dilansir Dutchnews.

Saat De Boer masih butuh waktu untuk membuat keputusan, kecaman dari media-media Belanda sudah tidak bisa ditahan lagi. Media sepakat bahwa ini adalah saat yang tepat untuk menyingkirkannya dari kursi pelatih.

’’Dengan kualitas pemain-pemain yang kami miliki, jelas ini adalah sebuah kegagalan,’’ tulis Valentijn Driessen, kepala penulis olahraga De Telegraaf.

’’De Boer mengatakan akan mempertimbangkan kelanjutan posisinya dan membiarkan kekecewaan ini meresap lebih dalam. Tapi, tidak banyak yang bisa diserap darinya. Ini harus menjadi ujung jalan,’’ tambah Driessen.

De Boer diharapkan segera mengambil keputusan sebelum Belanda melanjutkan pertandingan internasional ke depan. Yakni, saat menghadapi Norwegia di kualifikasi Piala Dunia pada 1 September mendatang.

Penulis sepak bola Belanda Sjoerd Mossoe menyebut Belanda telah hancur berkeping-keping melawan tim yang tidak memiliki bintang internasional. ’’Setelah kartu merah itu, mereka benar-benar kalah. Tapi, sebelum turun minum, Belanda sebenarnya juga sudah bermain di bawah standar,’’ tambahnya.

Pengamat sepak bola Belanda lainnya, Willem Vissers, menyebut De Boer telah membuang identitas sepak bola Belanda selama ini. Penguasaan bola, permainan dari sisi sayap, dan bangunan serangan rumit dari tengah lapangan sudah hilang di era kepelatihan De Boer.

’’Semua keindahan sepak bola Belanda itu ditukar dengan sepak bola hit and hop yang kolot,’’ kecam Vissers.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore