Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Juni 2023 | 20.07 WIB

Pep Guardiola: Saya Lelah, Tenang, Tapi Puas

Pep Guardiola akhirnya kembali mencium trofi Liga Champions setelah terakhir kali melakukannya bersama Barcelona. - Image

Pep Guardiola akhirnya kembali mencium trofi Liga Champions setelah terakhir kali melakukannya bersama Barcelona.

JawaPos.com – Minggu (11/6) dini hari ini menjadi momen bersejarah bagi Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, saat dirinya membimbing klub Liga Premier itu menuju kejayaan pertama di Liga Champions. Man City mengalahkan Inter Milan 1-0 di final di Stadion Ataturk, Istanbul, Turki.

Rodri mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut pada menit ke-68. Man City memenangkan treble karena mereka adalah juara Liga Premier dan Piala FA pada 2022/2023 sebelum menuju final Liga Champions.

Pelatih asal Spanyol itu menjadi pelatih pertama yang meraih treble dua kali dalam kariernya. Dia sebelumnya melakukannya bersama Barcelona pada musim 2008/2009. Guardiola telah memenangkan treble dengan dua klub berbeda, yang membuat prestasinya semakin menarik.

Guardiola juga menjadi pelatih keenam yang memenangkan Liga Champions dengan dua klub berbeda. Jose Mourinho (Porto dan Inter Milan), Jupp Heynckes (Bayern Muenchen dan Real Madrid), Carlo Ancelotti (AC Milan dan Real Madrid), Ernst Happel (Hamburg dan Feyenoord), dan Ottmar Hitzfield (Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund) menjadi lima pelatih yang berhasil melakukannya.

Manchester City memang fenomenal di dalam negeri sejak kedatangan Pep Guardiola, walau kejayaan Liga Champions sempat luput dari perhatian mereka. Namun, fakta itu tidak terjadi lagi.

Guardiola mengatakan dirinya merasa santai saat ini setelah memimpin Man City meraih kejayaan di Liga Champions. Berbicara kepada media setelah pertandingan Inter Milan, pelatih Man City itu mengatakan (melalui The Guardian):

“Itu tertulis di bintang-bintang bahwa kami akan menang musim ini – dan kami melakukannya. Saya merasa lelah, tenang, dan puas. Trofi ‘brengsek’ ini sangat sulit untuk dimenangkan. Kami tahu itu akan sulit. Mereka sangat bagus. Kami cemas di babak pertama, tetapi ini adalah pertanyaan tentang kesabaran. Saya mengatakan kepada mereka untuk bersabar."

Berbicara lebih lanjut tentang margin bagus yang membantu Man City memenangkan treble, Guardiola mengatakan:

“Anda harus beruntung, dengan Ederson pada akhirnya, dan kompetisi ini adalah (lemparan) koin. Momentum datang dari memenangkan Liga Premier dan Piala FA dan sekarang kami memilikinya. Itu bukan penampilan terbaik kami. Saya tidak punya energi untuk memikirkan musim depan dan kami perlu istirahat. Kami akan mulai dari nol dan itu adalah tugas kami. Memenangkan treble sangat sulit.”

Man City menjadi tim Inggris pertama sejak Manchester United pada 1998/1999 yang memenangkan treble Eropa. Mereka memiliki sekumpulan pemain luar biasa dengan inti tetap selama beberapa tahun terakhir. Tim akhirnya memaksimalkan potensi mereka.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore