Kylian Mbappe berbicara jujur soal kekayaan, popularitas, dan kerinduan akan kehidupan sederhana dalam wawancara bersama France 2. Di balik gemerlap kariernya, ada sisi pribadi yang jarang terlihat.
JawaPos.com - Kylian Mbappe mungkin hidup dalam dunia yang penuh sorotan, trofi, dan angka-angka fantastis di rekening bank. Namun di balik semua itu, ada sisi lain dari sang superstar yang jarang tersentuh kamera.
Dalam wawancara dengan program televisi Prancis Envoye Special di France 2, Mbappe membuka diri. Ia berbicara lugas, tenang, dan tanpa banyak drama. Sosok yang di lapangan terlihat eksplosif, di depan kamera justru terdengar reflektif.
Melansir Defensa Central, saat ditanya soal penghasilannya yang luar biasa besar, jawabannya sederhana dan tegas.
“Sejujurnya, saya tidak tahu persis… Saya pantas mendapatkan uang yang saya peroleh. Saya tidak mencurinya dari siapa pun. Begitulah cara kerja dunia.”
Kalimat itu terdengar seperti pernyataan yang sudah dipikirkan matang-matang. Tidak defensif, tidak pula sombong. Ia sadar betul bahwa namanya adalah magnet komersial. Ke mana pun ia pergi, uang mengalir deras. Itu realita dunia sepak bola modern.
Namun, ada satu hal yang tak bisa dibeli dengan uang: anonimitas.
Mbappe mengaku merindukan momen-momen sederhana yang dulu terasa biasa saja, tapi kini menjadi kemewahan yang sulit didapat. Ia ingin bisa keluar tanpa sorotan, tanpa kamera ponsel yang langsung terangkat begitu wajahnya dikenali.
“Pergi makan dengan tenang di brasserie, pergi bersama teman-teman, pesta secara diam-diam, di mana tidak ada yang melihatmu… Keesokan paginya, sarapan siang yang menyenangkan di bawah sinar matahari di teras, mengagumi berbagai hal. Hal-hal sederhana dalam hidup.”
Kalimat itu menggambarkan kerinduan yang sangat manusiawi. Di tengah status sebagai salah satu pesepakbola terbaik dan termahal di dunia, ia justru merindukan kebebasan kecil yang sering dianggap sepele oleh banyak orang.
Popularitas memang membawa segalanya: ketenaran, kekayaan, peluang tak terbatas. Tapi di sisi lain, ia juga membawa kehilangan: ruang privat.
Meski begitu, Mbappe tidak terdengar mengeluh. Ia hanya jujur. Ia mengakui bahwa kehidupan sebagai figur publik memengaruhi kesehariannya, tetapi ia tetap berusaha menikmati setiap fase yang sedang dijalaninya, terutama petualangan barunya di ibu kota Spanyol.
Dalam wawancara yang sama, Mbappé juga mengenang momen penting dalam hidupnya: kunjungan ke Valdebebas saat masih berusia 14 tahun.
"Saya berada di sana selama empat hari dan kepala saya berputar... Saya merasa seperti berada di puncak dunia dan harus kembali ke bumi ,"
Kunjungan itu bukan sekadar tur fasilitas latihan. Di sana, ia bertemu sosok-sosok besar seperti Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo. Bagi remaja yang bermimpi menjadi pemain top, pengalaman tersebut tentu terasa seperti menyentuh langit.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
