
Mikel Arteta (Bein Sports)
JawaPos.com – Mikel Arteta mengungkap Arsenal sedang mengevaluasi rutinitas pemanasan setelah empat pemain mengalami masalah kebugaran tepat sebelum pertandingan dan kemudian spekulasi muncul untuk menghapus tradisi pemanasan pra-pertandingan.
Riccardo Calafiori menjadi korban terbaru pada Minggu (15/2) dan ditarik keluar beberapa menit sebelum kick-off untuk digantikan oleh Myles Lewis-Skelly dalam kemenangan 4–0 di putaran keempat Piala FA atas Wigan.
Calafiori juga absen karena masalah otot selama sebulan sebelumnya di musim ini setelah mengalami cedera saat pemanasan melawan Brighton yang membuatnya mengulang kejadian yang sama akhir pekan lalu.
Sementara, Bukayo Saka tidak bermain sesuai rencana melawan Leeds United awal bulan ini sementara William Saliba merasakan cedera dalam kekalahan Agustus di Liverpool namun tetap bermain dan ditarik keluar setelah hanya lima menit di lapangan.
"Ya (kami mempertimbangkan terkait pemanasan), itu sangat penting. Kasusnya sangat berbeda. Yang pertama adalah Willy (Saliba) ketika dia terkilir pergelangan kakinya menjelang laga Liverpool. Kemudian dua insiden dengan Riccy (Calafiori) saat pemanasan dengan cara yang sangat mirip."
"Yang lainnya adalah Bukayo (Saka) setelah dia beristirahat di tengah pekan, dia tidak bermain melawan Kairat (Almaty), dan kemudian melawan Leeds dia mengalami cedera. Sangat tidak biasa,” kata juru taktik Spanyol itu.
“Mungkin terjadi sekali atau dua kali dalam enam tahun saya di sini dan terjadi empat kali di sana. Jadi jelas kami sedang mengamatinya. Mengenai kasus Willy (Saliba), sangat sulit untuk melihatnya."
“Terkadang Anda juga ingin mencoba dan menguji pemain sebelum pertandingan untuk melihat apakah mereka siap dan pemanasan adalah kesempatan lain untuk melakukannya,” tambah manajer 43 tahun tersebut.
"(Untuk) kasus Bukayo sangat acak karena dia tidak pernah menunjukkan gejala atau sinyal apa pun (mengenai cedera) bahwa ini bisa terjadi saat pemanasan. Begitulah adanya, kita harus belajar."
Arteta mengakui serangkaian insiden baru-baru ini telah membuatnya lebih khawatir dalam persiapan pertandingan sehingga mengungkap adanya evaluasi terkait pemanasan sebelum laga yang sangat merugikan.
"Saya bisa merasakan di tubuh saya, saya lebih waspada. Saat saya berada di kantor dan tiba-tiba mendengar pintu saya terbuka, saya langsung berpikir 'tidak, tolong' karena itu momen yang sangat sulit,” lanjutnya.
"Saat Anda mengganti Riccy dengan Bukayo, Anda harus mengubah banyak hal dalam rencana permainan, seperti posisi, ada banyak hal yang berbeda dan Anda hanya punya dua menit untuk melakukannya."
Baca Juga: Playoff Liga Champions: Comeback Brutal Galatasaray Tumbangkan Juventus 5-2 di Leg Pertama
"Hal itu membuat Anda menjadi pelatih yang lebih baik karena Anda harus memikirkan 'bagaimana jika, bagaimana jika' dan ada semakin banyak pertanyaan 'bagaimana jika' tepat sebelum pertandingan dan kemudian banyak lagi selama pertandingan, jadi saya perlu lebih siap," tutup Arteta.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
