Eduardo Camavinga membocorkan kunci Real Madrid untuk mengalahkan Benfica di Liga Champions. Mentalitas, kekompakan tim, dan semangat balas dendam jadi sorotan utama.
JawaPos.com - Real Madrid bersiap menghadapi Benfica pada leg pertama babak play-off knockout Liga Champions UEFA. Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Selain demi tiket ke babak 16 besar, ada aroma balas dendam setelah kekalahan 4-2 di pertemuan terakhir fase liga.
Datang dengan modal kemenangan meyakinkan 4-1 atas Real Sociedad di La Liga, Los Blancos jelas tak ingin mengulang kesalahan yang sama di Lisbon. Dan jelang laga penting tersebut, Eduardo Camavinga tampil sebagai juru bicara ruang ganti.
Melansir Diario AS, dengan gaya santai tapi penuh keyakinan, gelandang asal Prancis itu membeberkan kunci utama untuk bisa menumbangkan Benfica.
“Pertama, lakukan dengan baik sebagai sebuah tim. Perlakukan seperti pertandingan biasa, tanpa mengubah rutinitas Anda. Tetapi tetap bersatu; serang dan bertahan bersama. Dan semuanya akan baik-baik saja.”
Sederhana, tapi dalam. Intinya: jangan panik, jangan overthinking, tetap kompak.
Ketika ditanya apa yang harus diperbaiki dibanding kunjungan terakhir ke Lisbon, Camavinga tak berputar-putar.
“Mentalitas. Kami lebih baik dalam hal itu sekarang. Kami harus menyerang dan bertahan bersama. Kami ingin memainkan pertandingan yang hebat, karena itu sulit bagi para penggemar kami. Kami ingin menang dengan semangat balas dendam.”
Kata “mentalitas” jadi highlight di sini. Madrid mungkin punya segudang bintang, tapi tanpa kepala dingin dan hati yang menyatu, semuanya bisa berantakan.
Camavinga merasa timnya kini lebih siap secara psikologis. Dan, di Liga Champions, faktor ini sering jadi pembeda antara tim besar dan tim yang cuma besar di atas kertas.
Sepanjang musim, muncul perbincangan bahwa Madrid kehilangan sosok pengatur tempo seperti Toni Kroos. Saat ditanya soal itu, Camavinga menjawab dengan nada santai.
“Yah, saya rasa tidak (tertawa). Kami memiliki pemain dengan karakteristik tersebut. Ada banyak pemain bagus di lapangan, dan itu bukan fokus kami saat ini. Tapi, jika Anda pikir kami membutuhkannya, saya akan berbicara dengan presiden… dan kita lihat saja nanti…”
Jawaban yang diplomatis, tapi juga penuh percaya diri. Bahkan ketika ditanya apakah dirinya bisa menjadi sosok ‘pengorganisir’ di lini tengah, ia tak ragu.
“Saya mampu melakukan itu, saya bisa melakukannya. Saya menyadari apa yang bisa saya lakukan dan sekarang, saya bisa melakukannya jauh lebih baik. Ya, saya bisa menjadi 'pengorganisir' itu.”
Menariknya, Camavinga merasa para Madridista belum benar-benar melihat versi terbaik dirinya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
