Pep Guardiola (Instagram @pepteam)
JawaPos.com – Spekulasi mengenai masa depan Pep Guardiola di Manchester City kembali menguat seiring berbagai sinyal yang muncul dalam beberapa bulan terakhir.
Meski pelatih asal Spanyol itu belum memberikan pernyataan tegas, sejumlah perkembangan internal dan sikap personalnya memunculkan dugaan bahwa akhir masa kepemimpinannya semakin dekat.
Berikut 4 faktor utama yang memperkuat kemungkinan Guardiola akan meninggalkan kursi kepelatihan Manchester City, seperti dilansir dari laman ESPN pada Senin (9/2).
Guardiola masih terikat kontrak hingga 2027 setelah menandatangani perpanjangan pada November 2024. Namun, durasi dua tahun tersebut justru dianggap tidak lazim dibanding kebiasaan sebelumnya yang hanya satu tahun.
Sejumlah petinggi klub menilai kontrak itu berfungsi sebagai penyangga, bukan komitmen jangka panjang. Guardiola juga beberapa kali menghindari jawaban substantif terkait masa depannya. Sikap tersebut memicu anggapan bahwa ia mempertimbangkan hengkang sebelum kontraknya berakhir.
Dalam beberapa pekan terakhir, ia terlihat lebih terbuka, emosional, dan vokal terhadap berbagai isu. Guardiola secara terbuka mengkritik wasit, sesuatu yang jarang ia lakukan sebelumnya.
Guardiola diketahui juga membahas isu-isu di luar sepak bola, mulai dari konflik global hingga kemanusiaan. Responsnya kepada media dinilai lebih reflektif dan personal. Perubahan ini dianggap sebagai tanda bahwa ia menyadari waktunya di City semakin terbatas.
Selebrasinya saat City memastikan lolos ke final Piala Carabao terlihat sangat berlebihan dibanding musim-musim sebelumnya. Guardiola mengakui bahwa mencapai final semakin terasa sulit seiring bertambahnya usia. Ia juga menekankan pentingnya menikmati setiap kesempatan meraih trofi.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai refleksi kesadaran akan fase akhir kariernya di klub. Banyak pihak menilai Guardiola sedang memaksimalkan momen terakhirnya bersama City.
Klub dinilai lebih tenang menghadapi spekulasi dibanding tahun-tahun sebelumnya. City disebut telah memiliki rencana suksesi, sebagaimana saat kehilangan beberapa pejabat penting klub.
Ketertarikan City terhadap sosok-sosok yang dekat dengan Guardiola turut memperkuat asumsi tersebut. Aktivitas transfer pemain juga tetap berjalan tanpa bergantung penuh pada masa depan Guardiola. Semua ini menunjukkan bahwa klub mulai bersiap menghadapi era pasca-Guardiola.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022