
Presiden FIFA Gianni Infantino. (Istimewa)
JawaPos.com–Presiden FIFA Gianni Infantino akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang menyinggung suporter sepak bola Inggris. Ucapan tersebut sebelumnya dilontarkan dalam sebuah forum internasional dan memicu kritik dari sejumlah kelompok pendukung sepak bola Britania Raya.
Dalam pernyataannya, Gianni Infantino sempat menyebut bahwa tidak adanya warga negara Inggris yang ditangkap selama Piala Dunia 2022 di Qatar sebagai sesuatu yang istimewa. Kalimat itu kemudian dinilai bernada sindiran dan dianggap tidak sensitif terhadap reputasi suporter Inggris yang selama ini sudah banyak berubah.
Reaksi keras datang dari Football Supporters Association (FSA). Organisasi tersebut menilai komentar Gianni Infantino tidak pada tempatnya, terlebih di tengah kekhawatiran publik mengenai mahalnya biaya menonton langsung Piala Dunia 2026.
FSA meminta FIFA lebih fokus pada penyediaan tiket terjangkau dibanding melontarkan candaan yang bisa menyinggung penggemar. Menanggapi kritik tersebut, Infantino memberikan klarifikasi dalam wawancara dengan media Inggris.
Dikutip dari Bcc.com dia menegaskan, ucapannya dimaksudkan sebagai komentar ringan dan tidak pernah bertujuan merendahkan atau melabeli suporter sebagai pembuat onar. ”Saya tidak berniat menyinggung siapa pun,” ujar Infantino.
Dia juga secara khusus menyampaikan permintaan maaf kepada suporter dari Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara yang merasa tersinggung dengan pernyataannya. Pria berusia 55 tahun itu mengakui bahwa kalimat yang dia gunakan kurang tepat. Infantino menegaskan dirinya merupakan penggemar sepak bola Inggris dan menghormati budaya suporter yang menjadi bagian penting dari perkembangan olahraga ini.
Selain isu suporter, Infantino juga menyinggung sejumlah keputusan FIFA yang belakangan menjadi sorotan. Salah satunya adalah pemberian FIFA Peace Prize kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjelang undian Piala Dunia 2026.
Keputusan tersebut menuai kontroversi, namun Infantino menilai penghargaan itu diberikan berdasarkan penilaian objektif terhadap peran Trump dalam upaya perdamaian global. Tak hanya itu, Infantino kembali menegaskan pandangannya terkait sanksi terhadap Rusia yang masih berlaku sejak 2022.
Menurut dia, FIFA perlu mempertimbangkan kembali larangan tersebut karena sanksi dinilai tidak memberikan dampak positif bagi dunia sepak bola.
”Sepak bola seharusnya menjadi alat untuk menyatukan, bukan memutus hubungan,” kata Infantino.
Dia menekankan bahwa FIFA ingin menjaga sepak bola tetap inklusif dan terbuka bagi semua pihak, terlepas dari dinamika politik yang terjadi di luar lapangan.
Dengan klarifikasi dan permintaan maaf ini, Infantino berharap polemik dapat mereda dan perhatian publik kembali tertuju pada persiapan Piala Dunia 2026 serta upaya FIFA menjaga sepak bola sebagai olahraga global yang menyatukan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
