
Jose Mourinho dan Alvaro Arbeloa bersua di Liga Champions. (ig @josemourinho)
JawaPos.com-Real Madrid akan menghadapi mantan manajernya Jose Mourinho dalam lanjutan Liga Champions UEFA saat melawan Benfica di Lisbon.
Laga Real Madrid kontra Benfica bukan sekadar pertemuan dua klub besar Eropa. Tapi juga menjadi momen emosional bagi pelatih Los Blancos Alvaro Arbeloa yang memiliki hubungan dekat dan penuh respek dengan pelatih asal Portugal Jose Mourinho.
Melansir Diario AS, menjelang pertandingan, Jose Mourinho berbicara kepada media mengenai duel yang akan datang, sekaligus menyinggung hubungannya dengan Alvaro Arbeloa dan Xabi Alonso, yang sebelumnya diberhentikan Real Madrid awal tahun ini.
Jose Mourinho menggambarkan seperti apa laga yang diperkirakan akan tersaji.
“Sulit untuk diprediksi. Seberapa banyak pun kita membicarakannya, ada satu hal yang tak terbantahkan dan sekaligus fantastis, yaitu ketidakpastian permainan. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi,” papar Jose Mourinho.
“Anda menganalisis lawan dan tim Anda sendiri, tetapi banyak hal bisa terjadi. Kami mencoba mempersiapkan tim sebaik mungkin dan bermain dengan menghormati tim yang kita semua kenal. Satu-satunya tujuan kami adalah untuk menang,” sambung dia.
Jose Mourinho kemudian ditanya soal kelayakan Alvaro Arbeloa menjadi pelatih Real Madrid, mengingat minimnya pengalaman sang mantan bek. Jawabannya justru penuh pembelaan dan cerita pribadi.
“Pada 2000, Benfica memanggil seorang pelatih yang belum pernah melatih siapa pun sebelumnya. Pelatih itu, saya. Mereka menginginkan saya sebagai pelatih kepala, meskipun saya mengira saya adalah asisten. Ini memberi Anda kesempatan bagus untuk berbicara tentang Arbeloa,” tutur Jose Mourinho.
“Dia adalah anak didik saya, bukan hanya mantan pemain saya. Álvaro adalah salah satu pemain favorit saya secara pribadi. Dia bukanlah pemain terbaik yang pernah saya miliki di Real Madrid, tetapi dia adalah salah satu orang terbaik. Dia adalah orang terakhir yang akan saya beri tekanan,” imbuh dia.
Tentang kesan pertamanya saat mengetahui Arbeloa ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid, Mourinho tidak ragu menunjukkan dukungan penuh.
“Pertama-tama, saya berharap semuanya berjalan baik untuknya, itulah yang saya inginkan,” ujar Jose Mourinho.
“Saya ingin Arbeloa sukses di mana pun dia berada. Saya ingin Madrid sukses dengan pelatih mana pun. Bayangkan Madrid dengan Arbeloa, saya ingin dia sukses. Saya mencintai Madrid dan saya mencintai Alvaro,” lanjut dia.
Namun, menjelang duel kompetitif, Mourinho tetap memasang batas profesional.
“Saya hanya ingin mereka tampil buruk besok. Saya belum pernah melihatnya melatih, jadi saya tidak bisa memberi tahu Anda hal lain tentang dia sebagai pelatih. Satu-satunya hal yang penting bagi saya adalah dia bahagia,” tandas Jose Mourinho.
“Menjadi pelatih itu sangat sulit, karena ada banyak orang yang lebih tahu daripada Anda, yang mengkritik Anda setiap hari. Penting untuk menikmati pekerjaan ini,” kata dia.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
